Baru 14 Desa Cairkan Dana Desa di Karimun

876
Pesona Indonesia
ilustrasi dana desa Foto: istimewa
ilustrasi dana desa Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 42 Desa se kabupaten Karimun yang mendapatkan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat untuk tahun 2016, totalnya Rp27.549.427.03 miliar. Namun, baru 14 desa yang sudah melakukan pencairan tahap pertama. Sedangkan sisanya 28 desa lagi masih dalam tahap perbaikan berkas sesuai Permendes tahun 2016.

”Sebenarnya sudah ada 17 desa yang memasukkan berkas, namun hanya 14 desa yang sudah lengkap dan langsung dilakukan pencairan di bagian keuangan Pemkab Karimun,” jelas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) dan Kesbang Kabupaten Karimun, Hurnaeni didampingi Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) Hj Herita, Senin (18/7).

Lanjutnya, untuk tahap pertama pencairan dana desa hingga bulan akhir bulan Juli ini sebesar 60 persen. Kemudian, akan dilanjutkan pada tahap kedua dibulan September dengan persentase 40 persen. Namun, kendala dilapangan masih banyak desa-desa yang kurang paham bagaimana cara mengajukan proposal sesuai dengan aturan.

Akibatnya, berkas banyak yang ditolok oleh pihak pencairan. Artinya, berkas tersebut apabila tidak sesuai dengan kreteria secara otomatis akan ditolok oleh sistem yang sudah terkoneksi dengan pusat. Kebanyakan, dana desa tersebut, diperuntukan kegiatan lainnya. Bukan untuk pembangunan desa tersebut.

”Nah disinilah, kendala kita mereka (aparatur desa-red) rata-rata mengusulkan kegiatan yang di luar prosedur aturan. Makanya, kita di sini yang menjemput bola untuk memberikan arahan supaya dapat dicairkan,” ucapnya.

Sebab, kata Ita lagi, penggunaan DD bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa. Melalui peningkatan pelayanan publik di desa, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa serta memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan itu sendiri.

Sehingga pemerintah sebagai fasilitator, mendorong yang awalnya desa tertinggal atau sangat tertinggal nantinya akan meningkat menjadi desa berkembang. Yang pada akhirnya desa tersebut menjadi desa maju atau mandiri. Dengan demikian, akan berdampak terhadap masyarakat desa itu sendiri seperti membuka peluang lapangan kerja, alih teknologi tepat guna hingga investasi melalui Badan Usaha Milik (BUM) Desa.

”Peranan desa itu sendiri, bagaimana untuk maju dengan memanfaatkan dana desa yang mencapai Rp 1 miliar,” tegasnya.
Sedangkan, Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD 2016 untuk 42 desa tidak ada masalah. Karena, dana tersebut bisa dicairkan untuk biaya operasional desa termasuk gaji staf desa. Yang mencapai Rp 14.130.06 miliar, sehingga total keseluruhannya mencapai Rp 41,7 miliar untuk Kabupaten Karimun. Atau rata-rata setiap desa mendapatkan sekitar Rp 1 miliar.

”Ke depan, agar sumber daya manusia di desa ditingkatkan. Apalagi 29 desa sudah terpilih Kades yang baru. Ingat anggarannya cukup besar yang di kelola setiap desa, harus dapat di pertanggungjawabkan,” pesannya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar