Dievakuasi Lewat Udara, Jenazah Terduga Teroris Santoso dan Basri Jalani Uji DNA

684
Pesona Indonesia
Terduga teroris yang tewas ditembak anggota Batalyon Raider 55 Kostrad dalam kontak senjata Senin sore (18/7/2016) disebut-sebut Santoso alias Abu wardah. Foto: istimewa.
Terduga teroris yang tewas ditembak anggota Batalyon Raider 55 Kostrad dalam kontak senjata Senin sore (18/7/2016) disebut-sebut Santoso alias Abu wardah. Foto: istimewa.

batampos.co.id – Jenazah Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah alias Santoso dan anggotanya Basri yang tewas ditembak oleh anggota batalyon Raider 515 Kostrad yang tergabung dalam Operasi Tinombala di Pegunungan Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah, Senin sore (18/7/2016) dievakuasi lewat udara menggunakan helikopter.

BACA: Sah, Terduga Teroris yang Ditembak di Poso adalah Santoso

Evakuasi awalnya akan lewat darat karena cuaca buruk. Namun setelah cuaca mendukung, opsi jalur udara kembali dipilih.

Direktur Eksekutif Disaster Victim Identification (DVI) Polri Kombes Anton Castilani mengakui bahwa memang sebelumnya cuaca buruk, sehingga evakuasi terhadap jenazah tidak bisa dilakukan. Namun, pukul 12.15 WIT, cuaca cukup mendukung‎ untuk mengevakuasi dua jenazah tersebut menggunakan‎ helikopter.

“Jenazah dibawa langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu,” kata Anton, Selasa (19/7/2016).

Baca Juga: Dua Anggota MIT Tewas Ditembak, Satu Mayat Mirip Santoso

Meski Kapolda Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi membenarkan dan memastikan bahwa salah satu korban tewas itu adalah Santoso, namun Anton mengatakan, supaya lebih meyakinkan akan dilakukan uji forensik dan uji DNA.

Menurutnya, dua anggota DVI diutus mengidentifikasi. “Satu spesialis forensik dan satu spesialis DNA,” imbuh Anton.

Hasil identifikasi akan keluar selama dua hingga empat hari ke depan. Dia menilai, proses forensik dan uji DNA harus dilakukan secara teliti. (mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar