Fantasi Suami Liar Karin Pilih Gugat Cerai

877
Pesona Indonesia

cintabatampos.co.id – Donjuan, 39, pria asal Siwalankerto, Surabaya hobi menonton film dewasa.

Efeknya, fantasi seks Donjuan jadi liar. Imbasnya, sang istri sebut Karin, 35, mulai ketakutan dengan fantasi-fantasi Donjuan.

Kadang minta di kamar mandi, di dapur, mobil bahkan di kolam renang. Tahun-tahun terakhir ini fantasi Donjuan makin nakal saja. Dia seringkali mengajak istrinya berhubungan badan di hotel, belakang rumah, sawah, pantai dan beberapa lokasi rekreasi, seperti di Batu, Tretes, Pacet dan lain sebagainya.

“Halal sih halal. Tapi, lokasinya itu bikin deg-deg ser. Bikin galau dan jantungen saja,” kata Karin di sela-sela sidang mediasi perkara gugat cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Jumat (15/7).

Lima tahun terakhir ini, Donjuan suka sekali melihat film-film blue. Mulanya, Donjuan membuka situs syur itu dari awal mula suka bermain social media. Makin rajin pula Donjuan bermain internet di warnet karena dia waktu itu mencari pekerjaan.

Setelah warnet banyak yang tutup, Donjuan yang kini bekerja  sebagai staf pabrik ekspor impor di Tanjung Perak memasang wifi di rumahnya, Siwalankerto. Dari situlah, kebiasaan Donjuan membuka situs-situs syur makin sering. Karin mengaku seringkali melihat suaminya nonton film dewasa usai pulang kerja sampai menjelang subuh. Terkadang, dia menonton sampai tertidur pulas.

“Kalau bangun dia langsung minta gitu (berhubungan badan, Red),” tandas Karin.

Karin menyatakan awalnya dia tidak begitu peduli dengan kebiasaan suaminya. Namun, fantasi Donjuan makin saja gila usai melihat film biru. Donjuan mengajak Karin ‘bermain’ mulai dari sudut per sudut rumah.

“Pagi-pagi wis ngajak ke kamar mandilah. Ngajak di latar omah (halaman rumah, Red). Pokoknya aneh-aneh saja,” tandas dia.

Makin gila saja, kini fantasi Donjuan mulai merambah ke lokasi-lokasi rekreasi. Hampir tiap minggu Donjuan selalu mengajak Karin ke luar kota. Tujuannya yakni rekreasi dan kemudian berhubungan badan di lokasi itu.

“Berkali-kali saya kena satpam sama satpol PP. Tapi, gara-gara kami punya surat nikah jadi tidak ditangkap,” tandas Karin.

Yang membuat kesal dan akhirnya memutuskan mengajukan gugatan cerai, Karin mengaku perekonomian rumah tangganya makin hancur karena uang bulannya habis untuk biaya jalan ke luar kota.

“Tapi yang utama juga hidup tidak tenang dan nyaman. Berhubungan badan di mana-mana bikin takut. Takut dikrubungi semut, dicokot ulo. Medeni (Takut  dikerubuti semut, digigit ular. Menakutkan, Red),” tandas dia.

Saat ini proses gugatan cerai Karin masih berlanjut. Donjuan menolak gugatan tersebut dan membuat proses mediasi berjalan lambat. (umi hany/no/jpnn)

Respon Anda?

komentar