Lima Proses Identifikasi Simpulkan Satu Mayat Memang Santoso

850
Pesona Indonesia
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar. Foto: dokumen JPNN.Com
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Mabes Polri telah mengantongi kesimpulan awal yang menguatkan dugaan satu dari dua mayat anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang mati memang Santoso alias Abu Wardah. Kesimpulan itu merupakan hasil dari lima tahap identifikasi yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu. Menurut Boy, lima dari enam proses identifikasi sudah menghasilkan kesimpulan bahwa yang mati memang Santoso

“Sebenarnya enam (proses identifikasi, red), tapi baru lima di antaranya pertama pengenalan wajah. Kemudian ciri-ciri tahi lalat di kanan yang 0,7 sentimeter,” kata Boy di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7).

‎Boy melanjutkan, catatan Polri tentang ciri-ciri Santoso memang mirip dengan tiga tahapan identifikasi anatomi fisik. Salah satu ciri khusus Santoso adalah bekas luka tembak di paha pada 2007.

“Kemudian tahi lalat di bawah bibir sebelah kiri. Yang kelima berkaitan dengan sidik jari jadi pernah diambil pada 2004,” papar Boy.

Ia menjelaskan, lima tahapan identifikasi itu sudah mendapat kesimpulan tentang Santoso. Tapi semua itu masih menunggu satu tahapan lagi, yaitu tes DNA.

“Memang mengarah pada Santoso. Jadi dari sisi prosedur pelaksaan tinggal DNA yang belum dilakukan. Yang lima langkah menguatkan bahwa itu Santoso,” jelas Boy.

Untuk identifikasi DNA, Boy mengatakan bahwa Polri sudah mendapat sampel pembanding dari anak Santoso. Saat ini sudah dilakukan uji DNA dan hasil labotorium akan keluar paling cepat dua hari ke depan.

“Tetap DNA sampel dari anaknya. Ini dalam upaya sedang uji laboratorium, butuh tiga hari. Tapi dari lima yang disampaikan ciri itu milik Santoso dan itu juga sudah kami konfirmasi dari orang yang kenal dengan dia (Santoso),” pungkas Boy. (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar