Lingga masih Byar Pêt

541
Pesona Indonesia

kendurilampumatibatampos.co.id – Warga Daik, ibukota kabupaten Lingga keluhkan buruknya pelayanan PLN Sub Rayon Daik Lingga. Pasalnya kerap terjadi pemadaman tanpa ada pemberitahuan hingga 13 jam dalam sehari dan berulang-ulang.

Hal ini membuat kecewa warga. Selain itu, kerusakan mesin yang selalu menjadi alasan pihak PLN tersebut hampir terjadi setiap bulan sejak Januari 2016 hingga bulan Juli.

“Dari awal tahun sampai sekarang selalu saja rusak. Tak pernah normal dalam sebulan. Jumat (15/7) kemarin dari pukul 03.00 WIB subuh hingga pukul 12.00 WIB. Sorenya pukul 05.00 WIB mati lagi sampai pukul 08.30 WIB,” ungkap Zul warga Daik.

Tidak adanya transparansi dalam hal pemadaman PLN ini baik pemberitahuan ditempat-tempat umum dan padamnya listrik secara tiba-tiba berkali-kali dikhawatirkan merusak prabotan elektronik warga. Selain itu hal ini juga memicu konsleting instalasi rumah warga akibat arus yang tidak stabil.

“Kami nak masak nasipun susah,” tambah Are salah seorang ibu rumah tangga di Daik.

Sejak jaringan listrik PLN Sub Rayon Daik melayani hampir seluruh pulau Lingga hingga ke Teluk, kecamatan Lingga Timur, pemadaman selalu terjadi. Pemadaman bergilirpun terpaksa dirasakan warga. Sebelum ini, di sejumlah desa seperti Kerandin, Centeng dan Sungai Pinang memiliki mesin pembangkit sendiri. Sehingga saat terjadi kerusakan di Daik, desa-desa kecil tidak merasakan hal tersebut.

Sementara itu, Jauhari N kepala PLN Sub Rayon Daik yang dihubungi akui adanya kendala kerusakan mesin yang kerap terjadi. Namun ia meyakinkan jika persoalan tersebut telah ditangani dan tidak ada pemadaman lagi.

“Pemadaman Jumat kemarin karena ada gangguan. Sekarang sudah kembali normal,” tuturnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar