Pajak Restoran Setahun Hanya Rp 1 Juta, Pansus DPRD Menduga Setoran Retribusi Menguap

551
Pesona Indonesia
Ketua DPRD Natuna, Yusripandi . foto:aulia rahman/batampos
Ketua DPRD Natuna, Yusripandi . foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Panitia khusus (Pansus) DPRD Natuna menemukan adanya indikasi setoran restribusi daerah tahun 2015 menguap. Indikasi ini muncul setelah pansus yang membahas Perda retribusi daerah, mengklarifikasi kepada sejumlah pengusaha di Ranai, baik pemilik hotel maupun pemilik toko.

Anggota pansus perda retribusi DPRD Natuna, Eri Marka mengatakan, temuan ini mencuat setelah pansus melakukan evaluasi penyempurnaan terhadap perda retribusi daerah, menemukan tidak sinkronnya data penerimaan retribusi daerah yang disetorkan dengan keterangan hasil rapat kerja pansus bersama pelaku usaha di Ranai.

Selain itu, kata Eri Marka, munculnya indikasi seteran retribusi menguap, untuk menelaah lebih dalam setoran retribusi daerah, dengan data setoran yang tidak logika.

“Misalnya retribusi restoran, setahun hanya Rp 1 juta saja. Sementara pengunjung saja setiap hari ada yang bayar segitu, kan datanya tidak logika, indikasinya mencapai miliaran rupiah setoran retribusi menguap,” ujar politi partai Golkar ini kemarin.

Temuan indikasi menguapnya retribusi daerah ini, menurut Ketua DPRD Natuna, Yusripandi, bisa saja sudah terjadi sejak lama, namun baru diungkap saat ini. Karena dari awal tidak ditelusuri.

“Ini pemain lama, pelaku bisa dari tingkat atas dan bawah. Tapi di satu sisi, pengusaha penyetor retribusi daerah juga harus jujur,” sebut Yusripandi.

Dikatakan Yusripandi, penerimaan asli daerah baik pajak daerah maupun retribusi daerah selama ini sangat kecil, hanya Rp 32 miliar pada tahun 2015. Ditambah aplikasi setoran pajak masih manual, sehingga mudah diselewengkan.

“Tapi berapa jumlah indikasi menguapnya retribusi daerah tahun 2015 lalu, masil tunggu laporan kerja pansus, akhir bulan ini,” kata Yusripandi.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar