Ini Penyebab Polri Belum Pastikan Santoso Mati

723
Pesona Indonesia
Terduga teroris yang tewas ditembak anggota Batalyon Raider 55 Kostrad dalam kontak senjata Senin sore (18/7/2016) disebut-sebut Santoso alias Abu wardah. Foto: istimewa.
Terduga teroris yang tewas ditembak anggota Batalyon Raider 55 Kostrad dalam kontak senjata Senin sore (18/7/2016) disebut-sebut Santoso alias Abu wardah. Foto: istimewa.

batampos.co.id – Mabes Polri belum bisa memastikan satu dari dua mayat anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) adalah Santoso. Pasalnya, proses identifikasi belum bisa dilakukan karena menunggu evakuasi.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, jasad kedua anggota MIT itu masih dalam evakuasi. ‎”Personel baru sudah dibentuk kemarin untuk menjemput dua jenazah itu,” kata Boy dalam konferensi pers di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7).

Hanya saja, proses evakuasi terhambat cuaca buruk. Padahal sudah ada helikopter yang disiapkan untuk mempercepat evakuasi.

Namun cuaca buruk membuat evakuasi lewat udara batal dilakukan. Mayat dua anggota MIT itu pun dibawa dengan jalan kaki.

“Rencananya akan diangkut menggunakan helikopter. Tapi cuaca tak mendukung, maka tim akan membawanya dengan berjalan kaki selama empat jam,” jelas Boy.

Karena itu, tambah Boy, pihaknya masih menunggu konfirmasi cuaca selama satu hingga dua jam ke depan. “Jika dalam waktu  sampai dua jam ini cuaca sudah baik, maka jenazah terduga teroris sudah bisa dibawa ke Palu,” imbuh Boy.

“Kami harap dengan helikopter karena jarak tempuh menjadi tidak terlalu lama dan identifikasi bisa segera dilaksanakan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah, diduga tewas tertembak dalam kontak senjata yang terjadi di Pegunungan Tambarana, Poso, Senin (18/7) sore. Bakutembak terjadi antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris yang sudah diburu selama berbulan-bulan di pegunungan Sulawesi Tengah itu.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar