Perempuan Cantik Ini Ternyata Penipu

967
Pesona Indonesia
Terdakwa penipuan lewat forum jual beli di Facebook usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. foto:osias de/batampos
Terdakwa penipuan lewat forum jual beli di Facebook usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Putri Viera Dini, 21, gadis cantik pelaku penipuan terhadap Tonny dan Devi, di bursa jual beli online, menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gustian Juanda Putra, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (18/7).

Dalam dakwaannya, JPU menguraikan, penipuan yang dilakukan terdakwa ketika sedang bermain di warnet dan membuka BJB di media sosial Facebook. Saat itu korban Tonny menjual handpone merk Iphone 5S miliknya, pada Senin (13/3) lalu. Terdakwa kemudian menghubungi korban Tonny untuk pura-pura membeli handponenya dan berjanjian ketemu di Masjid Agung Al-Hikmah.

Setelah ketemu, korban memperlihatkan handponenya kepada terdakwa. Kemudian terdakwa beralasan hendak menunjukkan handpone tersebut kepada orang tuanya yang sedang berada di masjid. Tetapi diam-diam terdakwa yang masuk lewat pintu samping masjid malah kembali keluar melalui pintu bagian belakang masjid kemudian kabur menggunakan motornya yang terparkir di halaman belakang.

”Terdakwa terbukti bersalah melakukan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat atau serangkaian kebohongan sebagaimana melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 65 KUHP,” ujar Gustian.

Dikatakan Gustian, ternyata aksi tipu-tipu yang dilakukan terdakwa tidak hanya pada korban Tonny. Dihari berikutnya terdakwa pergi lagi ke warnet kemudian membuka medsos dan melihat bahwa korban Devi menjual handphone merek Oppo Neo 5. Terdakwa pun melancarkan aksinya dengan modus yang sama seperti yang dilakukan kepada korban Tonny.

”Tetapi terdakwa bertemu dengan korban Devi di Perumahan Bukit Indah di KM 08. Terdakwa meminta minum kepada korban karena dirinya haus, pada saat korban Devi mengambilkan minum ke dapur ternyata terdakwa malah masuk kerumah dan mengambil handphone milik korban Devi,” kata Gustian.

Akibat kejadian ini, lanjut Gustian, korban Tonny mengalami kerugian sebesar Rp 3.600 .000. Sedangkan korban Devi mengalami kerugian sebesar Rp 1.600.000.

Mendengar dakwaan ini, terdakwa yang tidak didampingi oleh penasehat hukumnya tidak merasa keberatan dan menerima dakwaan yang dibacakan JPU. Ketua Majelis Hakim Zulfadli yang didampingi dua hakim anggota Guntur Kurniwan dan Afrizal menunda persidangan selama satu pekan mendatang.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar