Perselisihan di Sekolah Harusnya Selesai Lewat Musyarawah

469
Pesona Indonesia
Para pelajar SMPN I Karimun saat kelulusan, diharapkan tahun ajaran baru perselisihan antara orangtua murid dengan guru tidak perlu ke ranah hukum.foto:tri haryono/batampos
Para pelajar SMPN I Karimun saat kelulusan, diharapkan tahun ajaran baru perselisihan antara orangtua murid dengan guru tidak perlu ke ranah hukum.foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Tahun ajaran baru 2016/2017, sudah dimulai, Senin (18/7) kemarin. Mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat.

Namun tidak tertutup kemungkinan, bakal timbul masalah antara guru dan murid saat menimba ilmu di bangku sekolah tersebut. Lalu pada akhirnya berujung pada proses hukum. Hal ini terkadang, dikarenakan orangtua murid tidak terima anaknya diperlakukan sehingga menempuh jalur hukum.

”Saya harapkan, di ajaran baru jangan ada perselisihan antara orangtua murid dengan guru masuk ke ranah hukum. Artinya, sepanjang konteks untuk mendidik lebih baik kasusnya diselesaikan secara musyawarah,” kata Pemerhati Pendidikan Karimun, Raja Zuriantiaz, Senin (18/7).

Apabila ada kasus tersebut, dirinya menuturkan, kedua pihak hendaknya melihat persoalan secara proposional sehingga mendapat solusi yang lebih tepat. Karena, budaya kita dalam menyelesaikan persoalan dari dulu melalui musyawarah untuk mufakat. Tidak, sebentar-sebentar menempuh jalur hukum yang prosesnya cukup rumit dan memakan waktu panjang.

”Nah, zaman sekarang ini kita terjebak dalam budaya egosentris dan melupakan kearifan tradisi bangsa yang cinta damai. Ini perananan semua pihak yang harus mengembalikan kearifan bangsa maupun lokal,” ungkapnya.

ementara di Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim mengatakan, hingga saat ini belum ada terjadi kasus perselisihan antara orangtua murid dengan guru. ” Mudah-mudahan jangan terjadilah, apapun permasalah di sekolah harus dapat diselesaikan oleh sekolah itu sendiri,” katanya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar