Ini Pesawat Tanpa Awak yang Akan Dipakai TNI Awasi Laut Natuna

1063
Pesona Indonesia
Drone OS-Wifanusa yang sudah lolos uji sertifikasi kelaikan militer. Foto: istimewa
Drone OS-Wifanusa yang sudah lolos uji sertifikasi kelaikan militer. Foto: istimewa

batampos.co.id -Indonesia terus meningkatkan teknologi untuk menjaga kedaulatan NKRI. Bahkan, belum lama ini, Kementerian Pertahanan membeli tiga unit pesawat tanpa awak (drone) buatan OS-Wifanusa yang akan digunakan mengawasi wilayah perbatasan, khususnya Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna yang sering diterobos nelayan Cina.

Keputusan Menhan membeli tiga unit pesawat tanpa awak itu setelah Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) meloloskan pesawat terbang tanpa awak buatan OS-Wifanusa lolos Uji Sertifikasi Kelaikan Militer.

Drone OS-Wifanusa lolos setelah melalui rangkaian pengujian yang ketat.

“Rangkaian uji sertifikasi IMAA sangat ketat, pengujian dilakukan baik di darat maupun di laut karena OS-Wifanusa adalah Drone Type Amphibi,” kata pencipta drone itu, Dr. Yulian Paonganan atau biasa disapa Ongen, Selasa (19/7/2016)

Pria yang pernah ditahan akibat dugaan kasus penghinaan terhadap presiden yang kemudian difonis bebas ini mengatakan uji terbang di darat dilakukan di Lanud Atang Sendjaja Rumpin Bogor dan uji laut dilaksanakan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat.

“Kami sedang menunggu sertifikat diterbitkan oleh pihak IMAA yang berpusat di Pusat Lelaikan, Baranahan Kemenhan. Semoga dengan terbitnya sertifikat drone ini bisa menjadi kebanggaan Indonesia dan digunakan untuk kepentingan pertahanan maupun sipil,” lanjutnya

Sebagai informasi Drone OS-Wifanusa ada dua tipe, yakni OS-Wifanusa SL-D70 (wingspan 4.2 meter) dan OS-Wifanusa SL-D28 (wingspan 6.4 meter).

Kedua tipe ini telah dinyatakan lolos uji sertifikasi kelaikan udara militer. Dua jenis drone ini mampu terbang 6-8 jam dan 8-10 jam dengan jangkauan autonomous bisa mencapai 100 km.

Selain itu, drone tersebut mampu membawa kamera canggih untuk surveillance dan foto udara  keperluan pemetaan. Mampu take off dan landing di darat maupun di air. (flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar