Di Tanjungpinang Siswa Wajib Membaca dan Mengaji

423
Pesona Indonesia
Sejumlah murid kelas 1 berkumpul pada hari pertama sekolah di lapangan SD 004 Tanjungpinang Timur, Senin (18/7). F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah murid kelas 1 berkumpul pada hari pertama sekolah di lapangan SD 004 Tanjungpinang Timur, Senin (18/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Di tahun ajaran baru 2016/2017 ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang menerapkan program pemantapan nilai karakter warga sekolah.

“Program baru ini untuk memperkuat nilai karakter anak didik,” ujar Kepala Disdik Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang Abdul Gani, di SMPN 7 Tanjungpinang, Senin (18/7).

Program tersebut, yaitu pada hari Senin wajib mengikuti upacara bendera. Ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya, untuk hari Selasa dan Rabu, murid wajib melaksanakan literasi sekolah. Tujuannya untuk pengembangan potensi peserta didik secara utuh, dengan cara meningkatkan minat baca.

“Gerakan literasi ini ditekankan. Anak-anak diwajibkan membaca sekian buku dalam satu semester. Dan guru harus proaktif menanyakan sudah berapa buku yang dibaca,” ujarnya.

Untuk hari Kamis dan Jumat, murid yang beragama Islam diwajibkan mengaji dan mengkaji Alquran. Dadang berharap, murid mengetahui makna yang terkandung dalam Alquran yang telah dibaca dan dikajinya, untuk kemudian secara bertahap dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Sedangkan bagi murid beragama lainnya, dapat membaca kitab sucinya masing-masing. “Ini harus kontiniu dan dibimbing oleh guru,” ujarnya.

Sementara untuk hari Sabtu, akan diisi dengan program gotong royong dan olahraga. Demi menjaga kelancaran belajar mengajar, maka jam masuk sekolah menjadi pukul 07.00 WIB.

Sementara, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah berharap, adanya program ini dapat melahirkan generasi yang baik.

“Program ini juga secara tidak langsung membantu orang tua dalam mendidik moral anaknya,” ujarnya. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan, mengaji menjadi syarat utama untuk mengikuti ujian.

Tapi, kata Lis, program yang dibuat tidak akan berhasil tanpa bantuan dukungan dari orang tua. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar