Tersangka Korupsi Mess Mahasiswa Dijebloskan ke Penjara

560
Pesona Indonesia
Raja Tjelak Nur Djalal, Sekda Anambas. Foto: dok. Tanjungpinangpos
Raja Tjelak Nur Djalal, Sekda Anambas. Foto: dok. Tanjungpinangpos

batampos.co.id – Selain menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Batam, Khairullah dan Rustam Sinaga, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Senin (18/7/2016) kemarin, Kejati juga menahan mantan Sekda Anambas Radja Tjelak Nur Djalal, yang jadi tersangka dugaan korupsi pengadaan tiga mess Pemda Anambas dan asrama mahasiswa Anambas di Tanjungpinang.

Kasus ini disebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,4 miliar.

Baca Juga: Sekda Anambas Jadi Tersangka Pengadaan Asrama Mahasiswa

Selain mantan Sekda Anambas ini, Kejati juga menetapkan Zulfahmi, Kadispenda Anambas, sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Dalam proyek ini, Zulfahmi berperan sebagai sekretaris panitia.

Namun hingga kemarin baru Radja Tjelak yang ditahan. Sebab Zulfahmi belum memenuhi panggilan penahanan yang dilayangkan Kejati.

“Alasannya karena tidak ada transportasi dari Anambas ke sini (Tanjungpinang, red),” sebut Rahmat.

Baca Juga: Sekda Anambas Kunci untuk Menjerat Pihak Lain dalam kasus Korupsi Pengadaan Mess Pemda

Untuk itu, Rahmat mengatakan pihaknya akan kembali melayangkan surat panggilan kepada Zulfahmi pada hari ini, Selasa (19/7/2016). Jika yang bersangkutan kembali mangkir, Kejati akan melakukan penjemputan paksa.

“Untuk Radja Tjelak, kami hargai atas sikap kooperatifnya. Yang bersangkutan juga langsung menandatangani surat Perintah Penahanan (Sprinhan) yang disodorkan,” ucap Rahmat.

Sementara itu, ketiga tersangka yang keluar dari ruang penyidik Pidsus Kejati Kepri kemarin enggan menjawab pertanyaan wartawan. Wajah mereka terlihat pucat pasi saat digiring petugas menuju mobil tahanan Kejati Kepri untuk selanjutnya dibawa ke Rutan Kelas IA Tanjungpinang. (ias)

Baca Juga: Upacara Terakhir, Sekda Anambas Membela Diri di Hadapan Pegawai Pemkab

Respon Anda?

komentar