Tidak Ada Lagi Perpeloncoan Siswa Baru

430
Pesona Indonesia
MOS
MOS

batampos.co.id – Aktivitas sekolah kembali dimulai Senin (18/7). Mulai tahun ajaran baru ini ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayan RI telah melarang diadakannya kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) yang sering dijadikan ajang untuk perpeloncoan terhadap pelajar baru.

”Memang, pada tahun ini kita sudah menyampaikan kepada pihak sekolah, mulai dari SD sampai dengan SLTA agar tidak melakukan MOS yang sering disalahgunakan. Meski pun, selama ini di daerah kita beberapa waktu lalu mengadakan MOS namun tidak sampai mengarah kepada kekerasan. Dan, tahun ini sama sekali tidak dibenarkan, apalagi sampai ada plonco-ploncoan terhadap pelajar baru,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi.

Untuk itu, lanjut dia, jika memang ada masih ada sekolah yang melaksanakan perpeloncoan atau ada siswa yang menjadi korban perpeloncoan dapat melaporkan kepada pihaknya. Karena, bukan zamannya lagi harus menggunakan cara-cara yang demikian. Yang harus didapat oleh pelajar baru itu adalah pengenalan sekolah. Mulai dari mengenal para guru dan juga lingkungan sekolahnya.

”Dalam melaksanakan pengenalan sekolah terhadap siswa baru juga harus menggunakan cara-cara yang ramah. Jangan sampai memberikan pengenalan sekolah dengan cara yang kasar, seperti berteriak dan membentak. Karena, hal ini akan memberikan kesan kepada pelajar baru sebagai hal yang tidak baik. Untuk itu, kepada pelajar lama atau akak kelas berikan contoh yang baik kepada pelajar yang baru,” papar Sudarmadi.

Untuk jumlah lokal untuk pelajar baru, Sudarmadi menyatakan bahwa seluruh pelajar yang diterima diseluruh sekolah dari semua jenjang bisa masuk sekolah semuanya. ”Tidak ada yang tidak masuk sekolah dan jangan sampai ada yang tidak bisa bersekolah. Mengenai sekolah yang ada penambahan pelajar sampai satu lokal, tadi pagi (kemarin, red) kita sudah cek semuanya bisa masyuk ke dalam lokal. Pihak sekolah memiliki ruang tersendiri yang dapat digunakan,” ungkapnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar