Walau Dijegal Singapura, Tax Amensty Tetap Dongkrak Bisnis Properti

1084
Pesona Indonesia
Amnesty Tax
Seminar tenang Tax Amnesty di Batam belum lama ini. Foto: batampos

batampos.co.id – Masih lambatnya pasar properti pada semester pertama 2016 ini diproyeksi membaik pasca pemberlakuan pengampunan pajak (tax amnesty). Meksi dijegal Singapura dengan menggratiskan pajak dana WNI asal tak ditarik untuk Indonesia, namun tax amnesty ini diproyeksikan tetap bisa menggairahkan sektor riil yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan bisnis properti.

Baca Juga: Singapura Jegal Tax Amnesty, Gratiskan Pajak Dana WNI

Analis PT Mandiri Sekuritas Kevin Halim mengaku, kinerja emiten properti pada semester pertama tahun ini masih dibayangi pencapaian target penjualan. Pada semester pertama lalu, sejumlah emiten Grup Ciputra berada di deretan tertinggi realisasi marketing sales emiten properti.

Pada semester kedua ini, Kevin menilai, perusahaan properti harus memperkuat kinerja marketing sales. Alasannya, secara industri, penjualan properti mencapai 30 persen dari target sepanjang tahun.

Kevin berharap emiten properti tidak mengandalkan masuknya dana repatriasi amnesti pajak. Sebab, aliran dana dari luar negeri diperkirakan masuk pada kuartal keempat tahun ini.

’’Sebagian besar peserta tax amnesty harus mengurus administrasi terlebih dulu,” terangnya.

Meski dana repatriasi belum masuk, lanjut Kevin, sektor properti bisa menikmati imbas positif kebijakan amnesti pajak. Sebab, program amnesti pajak mendorong sentimen positif terhadap perekonomian nasional yang berdampak baik pada seluruh sektor, termasuk properti.

Direktur dan Corporate Secretary PWON Minarto Basuki optimistis target penjualan sepanjang tahun ini bisa terwujud. Sebab, ada sejumlah sentimen positif yang dirasakan dunia usaha, terutama program amnesti pajak. ”Kami masih optimistis,” katanya.

Meski secara fundamental ekonomi masih membutuhkan perbaikan dari semua pihak, Minarto berharap sentimen positif mendorong kinerja perekonomian pada semester kedua. ’’Itu (tax amnesty, Red) kan sentimen positif,” imbuhnya.

Masa tiga tahun selama program amnesti pajak diharapkan memperbaiki basis pajak serta membuat administrasi pajak lebih transparan. Dengan demikian, tidak ada lagi keraguan untuk melakukan investasi, pengembangan bisnis, maupun menambah aset di properti.

’’Itu kan sifatnya medium hingga long term. Tidak langsung (ke sektor properti). Uang masuk kan ke portofolio investasi. Baru nanti masuk ke sektor riil dan diharapkan ada multiplier effect. Nah, kami harapkan multiplier effect terjadi. Ada daya beli yang naik dan sebagainya,” papar Minarto.

PWON saat ini menggodok beberapa proyek agar bisa dirilis pada semester kedua 2016. ”Kami kaji sesuai kondisi sekarang,” pungkasnya. (gen/c5/noe/jpgrup)

Respon Anda?

komentar