Waria Pemilik Sabu Didakwa Pasal Berlapis

510
Pesona Indonesia
Aditya alias Mita bin Agus, waria pemilik narkotika jenis sabu 0,3 gram, usai menjalani sidang. Foto: Osias De/Batampos
Aditya alias Mita bin Agus, waria pemilik narkotika jenis sabu 0,3 gram, usai menjalani sidang. Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – Aditya alias Mita bin Agus, waria pemilik narkotika jenis sabu 0,3 gram, didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Setiawan, dalam sidang dengan agenda mendengarkan dakwaan Jaksa, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (18/7).

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum menyebutkan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual , menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika jenis sabu-sabu sebagaimana dalam dakwaan pertama melanggar Pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

”Selain itu terdakwa didakwa dalam dakwaan kedua melanggar Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ujar Ricky.

Dikatakan Ricky, penangkapan terhadap terdakwa berawal pada saat Amri( DPO), meminta kepada terdakwa Mita untuk kencan dengannya tetapi pada saat itu dirinya tidak memiliki uang. Amri pun memberikan imbalan satu paket sabu-sabu seberat 0,3 gram dan uang sebesar Rp 30.000 di tempat terdakwa yang sudah dijanjikan yaitu ditempat terdakwa mangkal di Wisma Sri Bayintan Kamar Nomor 2, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, pukul 22:40 WIB, Senin(18/4).

”Pada saat sudah sampai di tempat yang dijanjikan terdakwa bersama Amri akhirnya ketemuan, dan ketika itu terdakwa pergi keluar untuk membeli air minum, pada saat keluar terdakwa bertemu Jejen (DPO) dan mengajaknya ke dalam wisma itu untuk memakai sabu-sabu tersebut,” ungkap JPU.

Ricky memaparkan ketika lagi keasikan nyabu, polisi datang. Ketika anggota Satnarkoba Polres Bintan mengetuk pintu kamar tersebut, terdakwa menyuruh Amri dan Jejen pergi melalui jendela dan berkata kepada kedua temannya kencannya itu bahwa yang mengetuk adalah tamu.

”Ketika dibuka bahwa yang mengetuk adalah anggota kepolisian dan langsung melakukan penangkapan dan didapati barang bukti satu paket sabu-sabu yang dibungkus pelastik bening, satu buah kaca pirek yang didalamnya terdapat sabu-sabu, satu bungkus rokok surya, satu buah tas kecil warna biru dan uang senilai Rp 65 ribu,” paparnya

Mendengar dakwaan itu, Ketua Majelis Hakim Guntur Kurniawan yang didampingi dua hakim anggota Purwaningsih dan Iriaty Khairul Ummah menunda persidangan satu pekan mendatang,dengan agenda mendengarkan saksi-saksi yang akan di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar