Cadangan Daya Listrik Natuna Harus Ditambah

709
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Distamben Kabupaten Natuna, Ilham Kauli menilai, cadangan listrik PLN Ranai mesti mendapat tambahan kapasitas, agar mencukupi kebutuhan percepatan pembangunan.

“Sekarang kemampuan Listrik PLN Ranai hanya bisa menyuplai kebebutuhan masyarakat, perlu ada perencanaan lebih dini,” sebut Ilham kemarin.

Ilham mengatakan, cadangan listrik PLN Ranai saat ini hanya 10 mega watt. Memang beban puncak hanya sekitar 6 mega watt. Namun sejumlah bangunan pemerintah belum dilayani dan sisanya melayani kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan percepatan di Natuna lebih maksimal, listriknya juga harus direncanakan lebih dini, apalagi ada antrean pelanggan ” kata Ilham.

Menurut Ilham, tanpa dukungan ketersediaan listrik pembangunan akan terkendala. Sebelumnya pemerintah sudah membangun pembangkit MFO kapasitas 15 mega watt, namun pengerjaan tidak rampung hingga saat ini.

Sementara itu, katanya, beberapa fasilitas pemerintah daerah mengantre, diantaranya bandara sipil, pasar modern, gedung DPRD, komplek masjid agung dan lainnya.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Menko Maritim dan Sumber Daya, Ridwan Djamaluddin menegaskan, listrik Natuna harus ditambah berkali-kali lipat karena pembangunan banyak memerlukan listrik.

“Listrik Natuna memang harus ditambah tiga kali lipat dari daya listrik yang ada sekarang. Masalahnya sudah ada bandara, pelabuhan PPT dan kita akan segera membangun tiga unit colstorage di Natuna dengan sekala besar. Belum lagi nanti ada pelabuhan utama Natuna. Semunanya perlu listrik,” ungkapnya.

Menurutnya perosalan listrik merupakan prioritas tersendiri yang harus diintegrasikan dengan program kegiatan percepatan pembangunan Natuna.

“Siapa saja yang membangun dan apa saja yang dibangun pasti perlu listrik. Ini masukan yang bagus. Listrik Natuna harus ditambah tiga kali lipat,” kata Ridwan kemarin.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar