DBD Mewabah di Bintan, 239 Anak Sudah Terjangkit

504
Pesona Indonesia
Pegawai Dinkes sedang melakukan fogging di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, kemarin. foto:harry/batampos
Pegawai Dinkes sedang melakukan fogging di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, kemarin. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan mendapati wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyerang 10 kawasan endemik se Kabupaten Bintan. Bahkan penyakit yang ditimbulkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini telah menjangkiti 239 anak dari Januari-Juli 2016.

Berdasarkan data yang dirangkum Dinkes Bintan, penderita DBD banyak ditemukan di Kecamatan Bintan Utara dengan total 72 orang. Kemudian disusul oleh Kecamatan Teluk Sebong dengan jumlah penderita sebanyak 48 orang, Kecamatan Bintan Timur dengan jumlah penderita sebanyak 29 orang, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) dengan jumlah penderita sebanyak 24 orang dan Kecamatan Bintan Pesisir dengan jumlah penderita sebanyak 17 orang.

“Sedangkan sisanya sebanyak 49 penderita DBD berasal dari Kecamatan Mantang, Teluk Bintan, Toapaya, Gunung Kijang, dan Tambelan,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Horas saat dikonfirmasi, Selasa (19/2).

Dari 239 orang penderita DBD, lanjutnya, satu diantaranya telah meninggal dunia yaitu seorang balita asal Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir. Meninggalnya balita tersebut karena gejala penyakit DBD yang bersarang ditubuhnya sudah masuk kedalam tahap kronis atau demam yang sangat tinggi. Sehingga daya tubuhnya melemah dan tak mampu lagi menahan rasa sakit yang ditimbulkan.

Agar penyakit DBD ini tidak menjangkiti masyarakat lainnya, sambungnya, diminta mengantisipasinya dengan cara menggalakan gerakan serentak (gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan minimal sekali dalam seminggu. Kemudian juga melakukan aksi 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas atau sampah yang bisa menampung air.

“Saat ini Bintan menghadapi musim penghujan yang sangat rentan dengan berkembangnya jentik-jentik nyamuk. Jadi kita minta bantuan RT/RW, Kades, lurah maupun camat untuk menghidupkan kembali gertak PSN dan 3M di wilayahnya masing-masing agar terhindar dari wabah DBD,” katanya.

Selain menggalakan gertak PSN dan 3M di Bintan, lanjutnya, Dinkes juga telah melakukan pembagian obat anti nyamuk atau bubuk abate secara gratis di 10 kecamatan. Bahkan juga secara rutin tiap bulannya instansi ini menggelar pengasapan ataupun fogging.

“Kita berharap peran serta masyarakat, jika kedapatan anaknya menderita panas tinggi segera berobat. Jangan menunggu sampai 2-3 hari. Kemudian bisa ambil bubuk abate di puskesmas terdekat untuk membasmi jentik nyamuk. Semuanya kita sediakan secara gratis,” akunya.

Sementara Kepala Dinkes Bintan, Muhammad Roem mengatakan musim penghujan sedang melanda kabupaten ini. Dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan waktu lama inilah membuat nyamuk dengan mudah berkembang biak. Jadi jika masyarakat ak mau terjangkiti DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk maka berantaslah penyebaran dan sarang jentik nyamuk yang hidup di sekitaran lingkungan rumah.

“Kita akan terus berupaya mengantisipasi agar masyarakat terbebas dari penyakit DBD. Tapi kita minta masyarakat juga mendukungnya dengan cara melakukan PSN dan 3 M,” katanya.

Sebenarnya, DBD itu sangat mudah diberantas dengan cepat jika masyarakat mau budayakan hidup bersih dan sehat. Salah satunya melalui penggalakan PSN dan 3M di lingkungannya masing-masing. Dengan dua aksi yang digalakan itu, pastinya secara langsung membasmi jentik-jentik agar tidak berkembang menjadi nyamuk. Karena penyakit DBD itu ditularkan oleh nyamuk.

Apabila siklus vektor perkembangan nyamuk berhasil dibasmi, maka masyarakat Bintan akan terhindar dari berbagai macam penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk. Bahkan bisa terciptakan wilayah Bintan ini menjadi kawasan yang bersih dan sehat.

“Budayakan saja PSN dan 3M. Karena dengan dua aksi itu lingkungan akan bersih dan masyarakatnyapun sehat. Bahkan Bintan juga akan menjadi kabupaten yang bersih dan sehat,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar