Jokowi Lantik Komjen Suhardi Alius Sebagai Kepala BNPT

553
Pesona Indonesia
Komjen Suhardi Alis, Kepala BNPT pilihan Jokowi. Foto: jpnn.com
Komjen Suhardi Alis, Kepala BNPT pilihan Jokowi. Foto: jpnn.com

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Komjen Suhardi Alius, sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Kapolri menggantikan Badrodin Haiti.

Meski tidak pernah bersinggungan dengan Densus 88 Anti Teror namun Suhardi disebut memiliki manajerial yang baik dan mudah bergaul.

Kapolri Tito Karnavian menyebut Suhardi sempat nomor satu ketika bersinggungan dengan isu terorisme.

“Paham tentang terorisme baik saat Koorspri (Koordinator Asisten Pribadi Kapolri), Kabareskrim maupun saat Lemhannas dengna saya tahun 2011 yang topiknya tentang penanganan terorisme beliau ranking 2,” ujar Tito.

Suhardi Alius juga dikenal sosok yang sederhana dan harum di kalangan pegiat aktivis anti korupsi.

Sepak terjangnya di berbagai jabatan polri pun dikenal setipe dengan Jokowi, yakni sering blusukan.

Suhardi kerap blusukan ke polsek-polsek, tak segan naik ojek, pernah berjaga di sel ketika petugas tak ada meski saat itu jabatannya sudah bintang dua.

Sedikit melihat ke belakangan, sebelum konflik KPK-Polri 2015, nama Suhardi begitu terkenal sebagai Kabareskrim. Namun begitu konflik KPK-Polri bergulir dan menyeret nama Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, nama Suhardi Alius ikut terseret.

Suhardi tiba-tiba digeser ke Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas). Meski mutasi itu sesuatu yang biasa di tubuh Polri, namun kabar lain menyebutkan Suhardi Alius disebut-sebut sebagai calon kuat Kapolri pilihan Presiden Jokowi sebelum memilih Budi Gunawan yang ketika itu lekat dengan titipan Megawati Soekarnoputri.

Suhardi Alius juga santer dituding sebagai orang yang melaporkan adanya bukti tindak pidana korupsi yang dilakukan Budi Gunawan sehingga BG ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penetapan tersangka diumumkan sendiri oleh Ketua KPK Abraham Samad didampingi Bambang Widjojanto.

Akhirnya jabatan Kabareskrim yang dipegang Suhardi Alius digantikan Budi Waseso, orang dekat Budi Gunawan. Suhardi Alius dilempar ke Lemhanas. Itu pun Suhardi tak segera mendapatkan posisi hingga akhirnya menjadi Sekretaris Utama Lemhanas.

Proses peralihan jabatan Suhardi Alius kepada Budi Waseso terbilang tak biasa. Serah terima jabatan ke Irjen Budi Waseso berlangsung singkat dan tertutup, tak seperti seremoni serah terima jabatan pada umumnya.

Komjen Badrodin Haiti yang saat itu menjadi Wakapolri mengaku menjadi pihak yang menandatangani mutasi Komjen Suhardi dan mutasi itu sebagai sesuatu yang biasa ditubuh Polri. (sta/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar