Kakak Beradik Penjual dan Pembeli Sabu Dihukum Penjara Lima Tahun dan Satu Tahun

470
Pesona Indonesia
 Yudi Efendi (41) dan Fitri Yadi (31), dua bersaudara pengedar dan pembeli narkotika usai sidang. foto:osias de/batampos
Yudi Efendi (41) dan Fitri Yadi (31), dua bersaudara pengedar dan pembeli narkotika usai sidang. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Yudi Efendi (41) dan Fitri Yadi (31), dua bersaudara pengedar dan pembeli narkotika jenis sabu divonis berbeda oleh Majelis Hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (19/7).

Dalam putusannya, ketua majelis hakim, Acep Sopian yang didampingi dua hakim anggotanya Iriaty Khairul Ummah dan Jhonson Sirait, mengatakan terdakwa Fitri Yadi terbukti bersalah tanpa hak melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman sebagaimana dalam dakwaan kedua melanggar pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

”Karena terbukti dalam persidangan, atas perbuatannya kami majelis hakim menghukum terdakwa Fitri Yadi dengan hukum lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider dua bulan penjara,”ujar Acep.

Sedangkan untuk terdakwa Yudi Efendi, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar dakwaan ketiga pasal 131 undang-undang nomor 23 tahun 2009 tentang pemberantasan narkoba. Majelis hakim, pun menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun penjara.

Atas putusan ini, kedua terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya Muhamad Indra Kelana menyatakan menerima. Putusan yang dijatuhi majelis hakim ini, sama dengan tuntutan yang sebelumnya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Bona Sagala.

Dalam sidang sebelumnya terungkap, Fitri Yadi, mengaku menjual sabu-sabu sebanyak Rp 100 ribu kepada kakak kandungnya Yudi Efendi, karena terdakwa sedang membutuhkan uang. Terdakwa Fitri menawarkan sabu itu dengan cara menelpon Yudi yang saat itu sedang berada di kamar 213 Hotel Holiday di Jalan Pelantar II, Tanjungpinang.

Sesampainya di hotel itu, Fitri Yadi memberikan satu paket kecil sabu kepada Yudi yang selanjutnya menggunakan narkoba di dalam mobil Honda Jazz, pada hari yang sama. Tak lama kemudian, Fitri Yadi kembali menghubungi Yudi untuk meminjam kamar hotel. Di situ Fitri membagi sisa sabu dengan berat kotor 1,91 gram yang di dapat dari Jai (DPO) menjadi beberapa paket kecil.

Sementara itu, dalam dakwaan JPU kedua terdakwa didakwa dengan pasal yang sama, yaitu dengan pasal belapis sebagaimana dalam dakwaan pertama pasal 114 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan dalam dakwaan kedua pasal 112 ayat 1 UU yang sama, tetapi untuk terdakwa Yudi Efendi ditambah dengan dakwaan ketiga pasal 131 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar