Pemilik Jasa Pengangkutan Barang Mengaku Dipersulit ASDP

544
Pesona Indonesia
Roro di Tanjunguban siap membawa penumpang ke Batam. foto:harry/batampos
Roro di Tanjunguban siap membawa penumpang ke Batam. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Jasa pengangkutan barang, yakni Putra Sumber, Batuampar mengeluhkan pelayanan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Tanjung Uban. Mereka menilai ASDP sengaja mempersulit pengangkutan barang tanpa alasan yang pasti.

Bebi Fernanto, pimpinan jasa transportasi Putra Sumber, Batuampar mengatakan hingga saat ini, truk maupun barang angkutan berupa tabung gas oksigen milik konsumennya tertahan di pelabuhan. Padahal, tabung gas tersebut kosong.

“Alasan mereka tabung itu berbahaya dan disuruh carter kapal. Bahaya dari mana? Tabung itu kosong,” ujar Bebi, kemarin.

Menurut Dia, terhitung sebelum lebaran, ASDP telah menahan truk BP 9023 UYdan barang angkutan mereka sebanyak dua kali. Penahanan itu dinilai tanpa prosedur dan alasan.

“Kalau memang ditahan, saya minta surat penahanan. Dan tidak bisa diberikan. Alasan mereka tidak ada tentang penahanan,” tuturnya.

Bebi menjelaskan dengan pelayanan ASDP tersebut, pihaknya mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Ditambah dengan kaburnya para konsumen yang menggunakan jasa mereka.

“Saya minta rugi, Tidak bisa ditahan begitu saja. Sampai truk itu berminggu-minggu di sana,” terangnya.

Dia juga menegaskan seharusnya ASDP memberilan pelayanan yang baik. “Jangan dengan memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan uang lebih,” paparnya.

Sementara itu, Harianto, Pimpinan Cabang ASDP Tanjung Uban mengatakan pihaknya tak pernah melakukan penahanan maupun barang angkutan. Dia beralasan pihaknya sempat menolak mengangkut dengan alasan larangan pasca lebarann.

“Dari H-7 hingga H-7 itu tidak ada boleh pengangkutan,” terangnya.

Menurut Dia, hingga saat ini pihak Putra Sumber menolak mengambil truk maupun tabung gas oksigen yang berada di pelabuhan. Sehingga, kesannya pihak mereka melakukan penahanan.

“Sopirnya (truk) tak tau kemana. Masak kita yang mengurus truknya di sini,” tegasnya. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar