Pemko Batam akan Gunakan Tenaga IT Internal, Konsultan Dihilangkan

542
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam segera mengirimkan tenaganya ke Surabaya untuk belajar.

Dalam rapat internal Pemko Batam membahas bagaimana E-government di Surabaya di jalankan di Batam. Termasuk soal, programer yang dipakai oleh pemerintah Surabaya merupakan orang dalam. Sehingga tak memakai konsultan umum lagi.

“Di Surabaya tak pakai programer umum, mereka pakai internal sendiri. Karena itu saya minta seluruh SKPD untuk mencari IT sendiri. Jadi kita juga tak perlu lagi pakai tenaga konsultan. Nah kita juga belajar dengan konsultan Surabaya,” jelas Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Menurut dia, untuk belajar ke Surabaya Pemko Batam juga tak mengeluarkan biaya yang besar. Hanya berupa tiket para SKPD dan IT.

“Namun tak mungkin pulang dari situ langsung terlaksana, kecuali untuk setiap SKPD. Untuk kota kita juga akan contoh sistem pemantau buk Risma. Harus turun dan melihat kondisi CCTv,” terang Rudi.

Karena itu, kedepannya, Pemko Batam akan menyiapkan CCTv disetiap sudut Kota Batam. CCTv itu akan dipastikan aktif agar bisa memantau kondisi di Batam.

“Jadi ke depannya, apapun proyek Pemko kita tahu. Kita juga akan tempatkan dua atau tiga orang untuk menyiapkan data dari SKPD. Dan kontrolnya di Pemko yang juga kita siapkan ruangan khusus. Agar e-budgeting yang kita harapkan tercapai,” pungkas Rudi.

Rudi mengaku dalam waktu dekat akan mengirim seluruh satuan kepala daerah (SKPD) Batam ke Surabaya. Para SKPD akan belajar bagaimana sistem pengolaan Kota Surabaya yang dipimpin Risma sebagai Walikota.

“Kami tengah menunggu kesepakatan dari buk Risma kapan dia punya waktu. Kalau sudah ketemu waktunya, seluruh SKPD akan kita kirim secara bergilir, termasuk IT,” ujar Rudi di Kantor Pemko Batam, kemarin.

Kedepannya, para SKPD akan menampung seluruh masukan atau sistem yang diajarkan Risma. Masukan itu akan dijalan jika cocok dengan kondisi serta anggaran di Batam.

“Yang Surabaya kita ambil, ada yang pas kita jalankan. E-government dari SKPD sampai ke atas. Masing-masing SKPD kita kirim kesana dan kita cocokan, sebab jenis anggaran masing-masing daerah tak sama,” imbuh Rudi.

Namun untuk sistem program yang digunakan di Surabaya akan dicontoh oleh Batam. Apa yang kurang akan ditambah dan yang lebih dibiarkan karena tak menganggu program yang sudah ada. (she)

Respon Anda?

komentar