Polda Kepri Tangkap TKI Ilegal dan Tekongnya

547
Pesona Indonesia
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Polda Kepri kembali mengamankan tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang ingin menyeberang ke Malaysia pada Jumat (15/7) lalu. Selain mengamankan TKI tersebut, polisi juga mengamankan tekongnya.

“Kami amankan saat mereka sudah membeli tiket,” kata Direktur Direktorat Rerserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho, kemarin.

Ia mengatakan tekong yang diamankan tersebut atas nama Mz. “Dia (Mz.red) berperan sebagai orang yang mengurus keberangkatan para TKI lalu juga mempertemukan dengan agen yang akan mempekerjakan para TKI ini di Malaysia,” ujarnya.

Eko mengatakan bahwa dari pemeriksaan yang dilakukan, Mz mengakui baru pertama kali mengurus para TKI ilegal tersebut. “Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Eko menyebutkan pada bulan lalu, pihaknya juga mengamankan tiga orang TKI dibawah umur. “Dan semuanya perempuan. Selain itu kami menemukan satu orang TKI sudah dewasa dan satu orang tekong atas nama Ririn,” tuturnya.

Saat ini kata Eko pihaknya sedang menyelidiki apakah TKI yang dibawa oleh Ririn akan diperjualbelikan di Malaysia. “Belum tau mau diapakan, sebab dia ditolak saat masuk ke sana (Malaysia,red). Dan kami tangkap saat dikembalikan ke Batam,” ujarnya.

Dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Ternyata Ririn tak sekali ini saja terlibat dalam kasus TKI ilegal. Di Nusa Tenggara Timur, banyak laporan di mengenai kegiatan ilegal yang dilakukan oleh Ririn.

“Disana juga ada LP, mengenai keterlibatanya tentang TKI ilegal juga. Tadi penyidik Polda NTT sudah berkoordinasi dengan kami,” ucapnya.

Untuk pencegahan TKI ilegal, Eko berharap adanya kerja sama instansi lain, sehingga penanganan TKI ilegal menjadi lebih optimal. “Kami juga akan meningkatkan pengawasan di beberapa tempat penyeberangan TKI ilegal,” pungkasnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar