RSUD Embung Fatimah Batam Butuh 80 Perawat dan 6 Dokter Umum

3432
Pesona Indonesia
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah masihmembutuhkan tenaga medis dan penambahan peralatan untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

Koordinator Pelayanan Rumah Sakit dan Puskesmas Kota Batam, Gintoyono Batong mengatakan saat ini RSUD membutuhkan 80 perawat tambahan. Sebab 160 perawat di rumah sakit berlantai 4 itu tak mampu melayani masyarakat secara maksimal.

“Bagaimana RSUD memberi pelayanan maksimal, jika perawatnya saja kurang. Saat ini jumlah perawat ada 100 lebih, kami butuh 200 lebih. Paling tidak ada tambahan 80 perawat lagi, kalau tak bisa separuhnya saja,” ujar mantan Kepala Dinas Tata Kota Batam itu, Rabu (19/7/2016).

Tak hanya perawat, RSUD juga kekurangan 6 dokter umum, sebab saat ini hanya ada 6 dokter yang bertugas melayani pasien untuk emergency.

Bahkan kategori rumah sakit besar, jumlah ruang ICU RSUD masih jauh dari standar. Yang mana seharusnya, jumlah ruang ICU lima persen dari jumlah tempat tidur di rumah sakit tersebut.

“Kalau ada 12 dokter, kita yakin bisa melengkapi dan memberi pelayanan kepada masyarakat. Apalagi adanya penambahan ruang ICU yang harus 5 persen dari jumlah tempat tidur. Namun saya kurang tahu persis jumlah kamarnya,” ujar Gintoyono.

Tak hanya itu, Gintoyono juga menyampaikan keluhan pihak rumah sakit yang kerap menerima pasien tanpa identitas yang jelas. Kalau pun jelas, itu pun tidak memiliki identitas Batam dan tak memiliki biaya rumah sakit.

Kasus seperti itu hampir terjadi setiap hari. Bahkan setiap hari bisa mencapai tiga pasien dengan kasus sama.

Meski begitu kata Gintoyono pihaknya akan merekap semua kasus yang ada meskipun secara keuangan akan ditanggung RSUD sendiri.

“Mereka tak ada BPJS, KTP bukan Batam jadi tak ada kewajiban kita, paling nanti kita surati pemerintah daerah mereka. Sebab banyak warga mereka yang terlantar di Batam. Namun yang pasti kita kita rekap dulu,” tegas Gintoyono.

Seluruh permasalahan yang sedang dihadapi RSUD telah dibicarakan dalam rapat internal bersama Walikota Batam dan Kepala BKD Kota Batam). Ia mengakui, permasalahan yang dihadapi RSUD juga tak jauh dari keterbatasan anggaran.

Karena itu, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah – perubahan (APBD-P), RSUD berharap ada penambahan anggaran.

“Jika ada anggaran, maka saya yakin pelayanan bisa maksimal. Kita juga akan bahas tentang dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 14 miliar. Namun itu untuk dana alat kesehatan saja,” jelas Gintoyono.

Dikatakannya, PLT Direktur RSUD Embung Fatimah juga tengah mendata ulang berapa jumlah keseluruhan pegawai. Baik pegawai yang diperpanjang kontraknya maupun yang dikeluarkan.

“Besok kita akanĀ  bahas kembali, mungkin dengan jumlah data kepegawaian yang update,” imbuh Gintoyono.

Menurut dia, peluang untuk menjadi perawat dan dokter di RSUD terbuka lebar bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan. Masyarakat yang berminat bisa langsung datang ke RSUD dan dari rumah sakit akan melaporkan hal tersebut ke BKD untuk diseleksi.

“Setelah seleksi, maka resmi jadi tenaga kontrak Pemko,” ujarnya. (she)

Respon Anda?

komentar