Sektor Kelautan dan Perikanan Prioritas dalam RPJMD Lingga

495
Pesona Indonesia
Bupati Lingga Alias Wello membuka musywarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 di Balai Agung Junjungan Negri, Daik Lingga. foto:hasbi/batampos
Bupati Lingga Alias Wello membuka musywarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 di Balai Agung Junjungan Negri, Daik Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga menggelar musyawarah guna menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 di Balai Agung Junjungan Negri, Daik Lingga. Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari ini menjadi wadah penyampaian ide dan pikiran mengoptimalkan potensi daerah untuk pembangunan lima tahun kedepan yang lebih baik di era kepemimpinan Alias Wello dan Muhammad Nizar.

Awe, panggilan akrab Bupati Lingga dalam sambutannya menginstruksikan seluruh jajarannya agar tujuh poin visi misi bupati dan wakil bupati terpilih menjadi acuan RPJMD. Hal tersebut dinilai sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) Kabupaten Lingga.

“Saya minta pemangku kebijakan lebih proaktif memberi sumbangsih ide dan juga pikiran. Jangan bergeser pada visi misi yang ada. Optimalkan semua potensi daerah,” ungkap Awe saat pembukaan kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 WIB, Selasa (19/7).

Ketujuh poin yang disebut Awe agar menjadi acuan ialah, meningkatkan kualitas SDM, peningkatan dan pegembangan usaha dan produktifitas sumberdaya kelautan, meningkatkan kesejahteraan pelaku dan penglelola kelautan melalui industri skala besar, menengah, maupun kecil, dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengoptimalkan pembangunan sektor pertanian. Berikutnya, meningkatkan sumber ekonomi dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan transportasi, meningkatkan aksebilitas melalui pembangunan infrastruktur daerah kepulauan dan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah daerah.

Penyusunan RPJMD ini, menurut hemat Awe akan menjadi tolak ukur pencapaian pembangunan 5 tahun kedepan. “Dalam forum ini, diharapkan nantinya dapat menghasilkan penajaman program pembangunan Lingga,” jelas Awe.

Salah satu potensi yang akan digarap pemerintah Lingga tutur Awe, yakni sektor kelautan dan perikanan, khususunya tambak udang dan garam. Alam yang telah tersedia menurut Awe hanya tinggal dioptimalkan agar bermanfaat bagi orang banyak. Khususnya warga di Bunda Tanah Melayu.

Untuk tambak udang, beberapa waktu lalu lokasi disepanjang bibir pantai Selatan pulau Lingga, Kerandin dan Sungai Besar menjadi lokasi yang akan dikembangkan. Sementara wacana membuka tambak garam Awe merencanakan di wilayah Kecamatan Senayang dengan geografis pulau-pulau kecil dan minim curah hujan.

“Salah satu sektor kelautan dalam waktu dekat akan terealisasi yakni investasi tambak garam. Nanti di wilayah Kecamatan Senayang,” kata Awe.

Awe semakin yakin, tambak garam akan menjadi salah satu sumber ekonomi baru serta lahan pekerjaan masyarakat. Ditambah lagi dukungan masuknya investor asal Pati, Jawa Tengah, yang melirik potensi besar Kecamatan Senayang.

“Ketika kebersamaan itu ada, semangat itu ada, ini dapat kita wujudkan di bumi tanah melayu ini. Kita berharap semangat Lingga terbilang 2020 bukan euforia kosong,” timpalnya Awe.

Sementara itu, kegiatan musrenbang RPJMD akan kembali dilanjutkan pada Rabu (20/7) mendatang. Kesempatan ini, diharapkan Awe menjadi wadah ide-ide segar untuk mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam (SDA) Lingga.(mhb/bs)

Respon Anda?

komentar