Tidak Strategis, DPRD Pertanyakan Lokasi Masjid Raya

1041
Pesona Indonesia
JADI SOROTAN: Maket rencana pembangunan Masjid Raya Payakumbuh--istimewa
JADI SOROTAN: Maket rencana pembangunan Masjid Raya Payakumbuh–f.istimewa

batampos.co.id — Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh membangun masjid raya di Padangkaduduak, Koto Nan Gadang, Payakumbuh Utara, dipertanyakan sejumlah fraksi di DPRD setempat. Dinilai lokasi tersebut tidak strategis.

Fraksi PAN yang terdiri dari Chandra Setipon, Marhidayandi dan Hurisna Jamhur, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas niat baik pemko membangun Masjid Raya Padangkaduduak. Di samping menambah sarana peribadahan, juga jadi ikon Payakumbuh. Terlebih, Payakumbuh termasuk salah satu kabupaten atau kota yang belum memiliki masjid raya di Sumbar.

”Namun demikian, ada beberapa hal yang ingin kami pertanyakan, sekaitan rencana pembangunan masjid dimaksud. Antara lain, apakah rencana pembangunan masjid raya di Padangkaduduak itu telah dilakukan studi kelayakannya? Apakah rencana pembangunan masjid tersebut telah sesuai peruntukkan berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota,” kata Hurisna Jamhur di DPRD Payakumbuh, kepada Padeks (Jawa Pos Group), Senin (18/7).

Sebagai bahan informasi, tukuk Hurisna, dalam Peraturan Daerah (Perda) Payakumbuh Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota (RTRWK), pembangunan masjid raya yang merupakan fasilitas kota direncanakan berada di wilayah Sub Pusat Pelayanan Kota 1 (SPPK 1). Persisnya, di lokasi eks kantor Bupati Limapuluh Kota atau Jalan Sudirman, Payakumbuh.

”Kemudian, sebagaimana kami ketahui bahwa di sekitar lokasi pembangunan masjid raya di Padangkaduduak, saat ini masih terdapat tiga buah masjid yang berdekatan. Bilama rencana pembangunan masjid raya tetap dilaksanakan, berimplikasi matinya tiga buah masjid di sekitar. Atau, masjid raya yang dibangun bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ulas Hurisna mewakili Fraksi PAN.

Hal senada disampaikan FraksI PDIP-Hanura yang terdiri dari Aribus Madri, Basri Latief dan Yanuar Ghazali alias An Udo. Menurut An Udo, rencana pemerintah kota membangun masjid raya di Padangkaduduak, sangat diapresiasi oleh sebagian masyarakat. Namun banyak juga yang mempertanyakan, kenapa tidak diarahkan ke daerah yang strategis. Karena, masjid raya itu akan menjadi ikon Payakumbuh.

”Dengan pembangunan masjid raya di Padangkaduduak, ada kekhawatiran masyarakat, kalau masjid tidak dibangun di tempat tak strategis, bisa keberadaannya tak berjalan optimal, seperti diharapkan masyarakat,” kata An Udo yang berasal dari daerah pemilihan Payakumbuh Selatan dan Payakumbuh Timur.

Sedangkan Fraksi Partai Gerindra yang terdiri dari Fitrial Bachri, Mawi Etek Arianto dan Wulan Denura, mempertanyakan apakah rencana pembangunan pasar dan masjid raya di Padangkaduduak, Koto Nan Gadang, sudah dipikirkan secara matang. ”Apakah sesuai dengan aspek peruntukkan ruang, zonalisasi, analisa dampak lingkungan, kajian secara ekonomi, dan lainnya?” kata Wulan Denura.

Terkait pertanyaan yang disampaikan Fraksi Gerindra, Fraksi PDIP-Hanura, dan Fraksi PAN tersebut, pihak eksekutif di Payakumbuh, belum memberi jawaban secara resmi. Karena ketiga fraksi mempertanyakan rencana pembangunan masjid raya, saat menyampaikan Pandangan Umum Atas Nota Penjelasan Wali Kota tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015. Otomatis, jawaban dari pemerintah kota baru diketahui beberapa hari setelah pandangan umum itu disampaikan.

Walaupun belum ada jawaban resmi dari pemerintah kota kepada ketiga fraksi di DPRD. Namun, rencana pembangunan masjid raya di Padangkaduduak sudah pernah dijelaskan Asisten III Sekretariat Kota (Setko) Payakumbuh, Iqbal Bermawi; dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setko Payakumbuh, Devitra, saat rapat kerja dengan Komisi A DPRD Payakumbuh, pertengahan Mei lalu.

Sebagaimana siaran pers yang diterima Padang Ekspres dari Bagian Humas Setko Payakumbuh, Iqbal dan Devitra pada saat itu menyebutkan, pembangunan Masjid Raya Payakumbuh akan dimulai tahun anggaran 2017. Persoalan tanah yang menjadi kendala sudah dituntaskan.

”Untuk tahap awal, kita bangun masjid raya dengan kapasitas ribuan jamaah di atas lahan 1,5 hektare. Tidak tertutup kemungkinan, nantinya berkembang menjadi islamic centre. Tapi yang jelas, tekad mewujudkan visi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD 2012-2017 sudah terlaksana,” sebut Iqbal dan Davitra. (jpg)

Respon Anda?

komentar