Tolong, Tak Usah Saling Klaim soal Penembak Santoso

1940
Pesona Indonesia
Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah (tengah). Foto: YouTube
Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah (tengah).
Foto: YouTube

batampos.co.id – Matinya pentolan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso justru memunculkan polemik baru. Yakni saling klaim antara TNI dan Polri tentang pihak yang merasa paling berjasa dalam melumpuhkan pria yang juga dikenal dengan nama Abu Wardah itu.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais, tidak semestinya ada saling klaim. Sebab, hal itu justru memunculkan persoalan baru.

“Ada problem ketika salah satu atau keduanya mencari kredit. Akan mengganggu institusi ini,” ujar Hanafi di gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/7).

Putra tokoh pendiri PAN Amien Rais itu mengatakan, ke depan tidak boleh lagi ada saling klaim dalam pemberantasan terorisme. Sebab, matinya Santoso adalah keberhasilan bersama.

“Ini tidak boleh ada klaim-klaim. Ini keberhasilan aparat negara, bukan masing-masing institusi,” tegasnya.

Hanafi justru menilai sejak awal pembaguan tugas antara TNI dan Polri dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala sudah bagus dan efektif. Buktinya, Santoso bisa dilumpuhkan.

“Terbukti, Santoso dan pengikutnya tertangkap ada yang hidup dan mati. Yang perlu dicatat itu atas nama negara,” jelasnya.(fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar