Gara-Gara Peternakan Ayam, Investor PT SUN Resort Ancam Hengkang

1049
Pesona Indonesia
Bupati Bintan Apri Sujadi dan Presdir PT SUN Restort, Sunny Sukardi, saat meninjau pembangunan Kawasan Pariwisata yang dikelola PT SUN Resort di Bintan. foto:harry/batampos
Bupati Bintan Apri Sujadi dan Presdir PT SUN Restort, Sunny Sukardi, saat meninjau pembangunan Kawasan Pariwisata yang dikelola PT SUN Resort di Bintan. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Humas PT SUN Resort, Edward Saragih mengatakan Desa Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata terpadu. Bahkan pengembangan kawasan wisata ini didukung oleh 50 investor dari China dengan jumlah investasinya triliunan rupiah. Namun dalam proses pengembangannya terhalang dengan adanya aktifitas peternakan ayam milik Go Nguan Heng disekitar lokasi tersebut. Sehingga investor yang menanamkan modalnya akan hengkang dari Bintan.

“Akibat adanya peternakan ayam di kawasan ini, beberapa investasi di resort yang akan kita kembangkan terhambat. Sebab hama lalat yang dihasilkan dari peternakan ayam menyerbu seluruh lingkungan resort,” ujarnya saat ditemui di PT SUN Resort, Rabu (20/7).

Januari 2016 lalu, lanjutnya, PT SUN Resort telah melaporkan permasalahan adanya hama lalat yang ditimbulkan dari perternakan ayam ke Kecamatan Bintan Timur (Bintim) dan Kelurahan Gunung Lengkuas melalui surat dengan Nomor 047/ISC-Out/I/2016. Lima bulan kemudian tepatnya Juni, kecamatan dan kelurahan menjanjikan kepada PT SUN Resort akan melakukan penutupan peternakan ayam dikarenakan usaha peternakan dimaksud tidak sesuai dengan prosedur dalam pengelolaan peternakan ayam. Bahkan pemiliknya tak mengantongi atau tak memiliki izin dari beberapa instansi terkait diantaranya dari Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Pertanian Kehutanan dan Perternakan (Distanhutnak), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM).

Bedasarkan perjanjian tersebut, sambungnya, penutupan peternakan ayam ilegal ini akan dilaksanakan 15 Juli 2016. Namun hingga saat ini pihak kecamatan dan kelurahan tak menepati janji tersebut melainkan pihak peternak diizinkan untuk memasukan 8000 ekor ayamnya. Ironinya lagi, kata Edward, anggota Satpol PP Bintan yang ingin menertibkan aktifitas peternakan itu dihadang dan dipukul mundur dari lokasi kejadian.

“Pak Hasan (camat) dan Pak Ivan (lurah) janji akan melakukan penutupan 15 Juli, kemarin. Tapi sampai sekarang tak direalisasikan, bahkan sewaktu anggota Satpol PP Bintan tertibkan aktifitas peternakan malah disuruh pergi. Ini namanya mau nipu kita,” katanya.

Karena pihak kecamatan dan kelurahan serta peternak ayam tak mengubris permintaan PT SUN Resort. Maka selaku pihak pengembang kawasan wisata terpadu tersebut akan mengambil langkah dengan meminta bantuan kepada instansi terkait lainnya dan mengadukan permasalahan ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan untuk segera mengambil langkah tegas.

“Dugaan kita ada oknum-oknum yang membekingi peternak itu, sehingga pernyataan tegas dari pihak pemerintah tak diindahkan hingga saat ini. Mungkin juga sebaliknya ada permainan yang dilakukan pihak pemerintah,” sebutnya.

Wakil Ketua Komisi i DPRD Bintan, Daeng Muhammad Yatier berang ketika mendengar aduan yang dilontarkan PT SUN Resort terkait gagalnya penutupan peternakan ayam ilegal yang dilakukan kecamatan dan kelurahan di Bintim.

“Sudah tau ada peternakan ilegal mengapa camat dan lurah biarkan begitu saja. Pokoknya saya tak peduli dengan siapa yang beking peternakan ilegal itu. Kalau camat dan lurah tak tutup kita akan panggil,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, Kata Politisi Partai Demokrat Bintan, ia bersama anggota di Komisi I dan instansi terkait di Pemkab Bintan segera turun kelokasi peternakan untuk menutup bila kecamatan dan kelurahan tak mampu melaksanakan tugas mudah tersebut. Karena ia tak mau gara-gara keberadaan peternakan ilegal mengganggu investasi di Bintan.

“Kita akan sidak (Inspeksi Mendadak) dalam waktu dekat ini. Bahkan camat dan lurah akan kita panggil karena tak becus dalam menjalankan tugas,” akunya.

Ketika awak media bertandang ke peternakan ayam tersebut, pemiliknya Go Nguan Heng tak berada di tempat. Bahkan ketika dihubungi ponselnya tak aktif. Namun Bedasarkan pantauan dilapangan, peternakan ayam yang berjarak 100 meter dari lokasi pengembangan kawasan wisata terpadu milik PT Sun Resort itu masih ada aktifitas pengembangbiakan ayam.(ary/bpos)

Respon Anda?

komentar