Demam Pokemon Go, Wako Ingatkan PNS, Kepsek Razia Ponsel Siswa

1228
Pesona Indonesia
HAPUS APLIKASI: Wakil Kepala SMA Pembangunan Laboratorium UNP, Yofrizal  merazia smartphone siswa dan menghapus aplikasi Pokemon Go, kemarin--sy.ridwan/padek
HAPUS APLIKASI: Wakil Kepala SMA Pembangunan Laboratorium UNP, Yofrizal merazia smartphone siswa dan menghapus aplikasi Pokemon Go, kemarin. Foto: ridwan/padek/jpg

batampos.co.id — Demam game Pokemon Go terus merambah berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali kalangan pelajar. Mengantisipasi pelajar keranjingan game tersebut saat jam pelajaran, kemarin (21/7), pengelola SMA Pembangunan Laboratorium merazia smartphone siswa dan menghapus aplikasi Pokemon Go.

Hasil razia, ada beberapa siswa telah ketagihan game produksi Nintendo itu. Agar tidak terjangkit virus Pokemon Go, para guru menghapus aplikasi game tersebut di ponsel pintar siswa. “Ini sebagai langkah antisipasi saja,” ucap Yofrizal usai razia kepada Padang Ekspress (Jawa Pos Group), kemarin.

Didampingi sejumlah tenaga pendidik, sekolah yang dipimpin Almasri itu, memberikan pembinaan kepada peserta didik terkait pengaruh buruk kecanduan game. Hilangnya konsentrasi belajar hingga mempengaruhi prestasi dan membuang waktu sia-sia serta menghambat proses sosialisasi.

Pihak sekolah berharap orangtua ikut mengawasi anaknya dari pengaruh buruk teknologi informatika. “Penghapusan game dari ponsel siswa sebenarnya tidak akan membantu jika kesadaran siswa kurang. Jadi, selain penghapusan, kita berikan sosialisasi bahaya game,” tambahnya.

Siswa SMA Pembangunan, Irfan Ramadoni, Reza Dwi Prasetyo, Aldi Rizaldi dan sejumlah siswa lainnya beralasan hanya penasaran saja sehingga ikut memainkan Pokemon Go. “Hanya ingin tahu saja seperti apa permainannya,” ucap Reza Dwi Prasetya dan diamini teman-temannya.

Aldi Rizaldi, siswa kelas XII jurusan IPA, mengaku kurang tertarik dengan game tersebut meski telah mengunduh aplikasinya. “Rumit mainnya. Sudah gitu pulsa paket data internet cepat habis,” ucap Aldi.

Selain sekolah, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah juga angkat bicara menyikapi wabah virus Pokemon Go. “Permainan ini cukup membahayakan. Pokemon Go membuat orang lupa waktu, lalai, dan itu merusak,” tutur Mahyeldi.

Mahyeldi mengimbau warganya tidak terpengaruh dengan permainan yang telah menghabiskan waktu dan tenaga itu. Menurut Mahyeldi, masih banyak tugas yang mesti dilakukan untuk kemajuan bangsa.

“Masih banyak tugas yang mesti dilakukan untuk bangsa ini. Kemiskinan masih tinggi, permasalahan narkoba, kualitas SDM yang masih rendah, kualitas produk kita yang belum mampu bersaing. Tak ada waktu untuk bermain-main,” tuturnya.

Mahyeldi mengajak warganya menyibukkan diri pada hal positif dan mempersempit ruang negatif. “Ini mesti dijawab dengan kerja ikhlas, kerja cerdas dan kerja keras. Kewajiban kita lebih banyak dari waktu kita,” sebutnya.

Seperti diketahui, Menteri PAN-RB RI, Yuddy Chrisnandi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) larangan bermain game virtual berbasis GPS di lingkungan instansi pemerintah. Larangan yang terbit 20 Juli 2016 ini bernomor: B/2555/M.PANRB/07/2016.

Dalam SE larangan yang ditujukan kepada instansi pemerintah di seluruh Indonesia ini, bertujuan sebagai bentuk kewaspadaan nasional dan mengantisipasi timbulnya potensi kerawanan di bidang keamanan dan kerahasiaan instalasi pemerintah. Selain itu, untuk menjaga produktivitas dan disiplin ASN. (jpg)

Respon Anda?

komentar