Investasi Singapura di Kepri Turun, Semester Pertama 2016 Hanya US$ 3,6 Juta

633
Pesona Indonesia
Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya
Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya

batampos.co.id – Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya mengatakan geliat investasi Singapura di Provinsi Kepri tahun ini mengalami penurunan. Sehingga memberikan pengaruh bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Provinsi Kepri.

“Laporan dari Badan Penanaman Modal Nasional, investasi Singapura di Kepri mengalami penurunan. Sampai 18 Juli 2016 lalu, nilainya US$ 3,6 juta dalam 17 proyek,” ujar Ngurah Swajaya disela-sela melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (20/3).
Menurut, Ngurah Swajaya, dalam tiga tahun belakangan ini, Singapura masih menjadi investor terbesar. Dijelaskannya, lesu pertumbuhan investasi Singapura di Indonesia, Kepri khususnya tentunya tidak terlepas dari pengaruh perekonkmian global dan dunia yang tidak terlalu menggembirakan. Kondisi tersebut tentunya secara tidak langsung mengganggu Singapura dan Indonesia.
“Aspek lainnya yang turun mempengaruhi adalah menurunya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok. Kita harus mempersiapkan diri, untuk menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi,” paparnya.
Masih kata Ngurah Swajaya, hubungan  bilateral dan kerjasama Indonesia-Singapura akan terus berlajut bagi kepentingan kedua negara. Disebutkannya, sebagai negara tetangga yang berbatasan langsung dan berinteraksi sangat tinggi dan dinamis, sudah tentu berbagai masalah juga potensial muncul. Sehingga perlu penanganangan yang terkoordinatif.
Lebih lanjut katanya, menyikapi persoalan ini, tentu perlu komunikasi yang inten. Artinya keberadaan kerjasama dan koordinasi antara KBRI Singapura dengan berbagai unsur Pemprov Kepri menjadi sangat penting. Karena merupakan pintu gerbang perbatasan.
Disebutkannya juga, untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara dan kerjasama, kedua pimpinan negara akan melangsungkan pertemuan di Semarang, yang rencana dijadwalkan pada 25 Agustus mendatang. Sebelum ditindaklanjuti dengan pertemuan tersebut, sudah didahului pertemuan tingkat menteri.
“Apa yang kita harapkan nanti adalah, pertumbuhan investasi dan ekonomi Indonesia, Kepri khususnya mengalami peningkatan,” harapnya.
Dipaparkannya juga, untuk Pariwisata, Kepri menjadi gerbanga utama bagi wisatawan Singapura datang ke Indonesia. Sepanjang 2015, sebanyak 1.519.430 orang datang ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.094.220 datang melalui Kepri, yakni Batam.
“Batam, Bintan, dan Karimun masih menjadi andalan promosi. Baik itu investasi maupun pariwisata. Kami juga menyambut baik, keinginan Gubernur yang akan mengembangkan pariwisata Natuna-Anambas. Kepri menjadi championnya wisata bahari di Indonesia,” tutupnya.
Mendengarkan pemaparan Dubes tersebut, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menegaskan untuk investasi pihaknya akan terus mendorong peningkatan disetiap daerah. Karena Kepri bukan hanya Batam, Bintan, dan Karimun. Tetapi masih ada, Tanjungpinang,Lingga, Anambas dan Natuna.
“Kami sudah membuat konsep pembangunan Kepri. Baik itu dibidang maritim yang menyangkut kelautan dan perikanan. Selain itu kami sudah menyusun roadmap pariwisata Kepri kedepan,” papar Nurdin. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar