Kepala Madrasah Harus Inovatif

484
Pesona Indonesia
Marwin Jamal. foto:jailani/batampos
Marwin Jamal. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Dalam rangka perbaikan mutu dan kualitas madrasah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau terus berbenah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia jadi tahapan pertama yang digesa. Selasa (19/7) lalu, Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal melantik Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang yang baru.

Sebelumnya, jabatan ini diemban oleh Yudi Handoko yang kini digantikan oleh Achmad. Kepada pejabat baru, Marwin berpesan agar terus meningkatkan profesionalitas kerjanya dari hari ke hari. Yakni dengan mampu menginternalisasi lima nilai budaya kerja berupa integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
“Kepala madrasah saya harap bukan saja sekedar menunaikan kewajiban namun harus ada inovasi yang dihasilkan. Oleh karena itu tugas mengajar kepala hanya enam jam. Itu maknanya diberikan waktu yang cukup setiap hari untuk berpikir bagaimana memajukan madrasah yang dipimpinnya,” ujar Marwin usai menyerahkan Surat Keputusan kepada pejabat yang baru dilantiknya.
Dari waktu ke waktu, sambung Marwin, kepala madrasah juga dituntut harus mampu memperlihatkan peningkatan. Fungsi kepala madrasah itu bukan sekadar pemimpin saja. “Sedikitnya juga harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator. Namun seiring berkembangnya zaman menuju globalisasi seharusnya kepala madrasah dapat menyesuaikan diri sesuai dengan fungsinya sebagai kepala madrasah yang profesional,” kata Marwin.
Di bawah kepemimpinan madrasah yang baru, sambung Marwin, Marwin berharap juga dilaksanakan penyempurnaan program yang telah ada. Inovasi memang jadi keharusan dalam peningkatan kualitas sekolah.
“Saat ini madrasah yang miskin inovasi akan ditinggalkan masyarakat. Madrasah harus mampu untuk bersaing sehat untuk merebut hati masyarakat. Inovasi mungkin tidak akan ditemukan dalam kurikulum namun kita harus menciptakannya,” jelasnya.
Marwin meyakini ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk berinovasi. Misalnya, kata dia, membuat program agar anak didik mampu menghapal tiga juz Alquran sebelum kelulusan. “Tapi itu sekadar contoh saja. Masih sangat banyak hal lain yang bisa dilakukan. Maka dari itu, berinovasilah,” pungkas Marwin. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar