Keuangan Negara Cekak, Minta Swasta Bangun Infrastruktur

510
Pesona Indonesia
Ilustrasi Jalan Tol. Foto: istimewa
Ilustrasi Jalan Tol. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kondisi keuangan negara yang cekak tahun ini tak hanya membuat anggaran di sejumlah kementerian dipangkas, juga membuat pembangunan infrastruktur tersendat.

Menyikapi hal itum pemerintah mendorong partisipasi swasta untuk terlibat di dalam pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur.

“Insentif yang akan diperoleh swasta adalah keuntungan yang diperoleh dari banyaknya proyek-proyek infrastruktur itu yang dihitung secara bisnis bisa memberikan keuntungan,” kata Seskab Pramono Anung di Kantor Persiden, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Pramono menjelaskan, dalam hal ini pemerintah dan pihak swasta akan menghitung nilai ekonomisnya dari setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan swasta. Nantinya, hasil atau penerimaan dari proyek tersebut akan dibagi dengan swasta. Misalnya proyek pembangunan jalan tol.

Menurut Seskab, Presiden Jokowi bahkan menggarisbawahi, bahwa proyek-proyek infrastruktur milik pemerintah akan terlebih dahulu ditawarkan kepada pihak swasta. Jika tidak ada pihak swasta yang bisa atau berminat, barulah pemerintah menggunakan dana APBN.

Dengan demikian, dana APBN akan banyak digunakan untuk membangun infrastruktur di daerah luar Jawa, terutama yang masih tertinggal.

“Tapi kalau memang swasta bisa ya memang harus dibagilah,” ujar Seskab.

Selain mendorong peran swasta, pemerintah juga menyiapkan skema Public-Private Partnership (PPP). Artinya, proyek pemerintah ditawarkan kepada gabungan antara swasta dan pemerintah.

Skema berikutnya, kata Seskab, adalah pembangunan proyek infrastruktur pemeritah oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kalau memang swasta enggak bisa, PPP enggak bisa, BUMN enggak bisa, maka barulah dana APBN digunakan,” papar Pramono.

Dengan demikian, lanjut Seskab, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata semuanya bergantung dengan ABPN.

Terkait dengan target keikutsertaan swasta, Seskab mengatakan pemerintah tidak bicara target. Namun di luar negeri, peran swasta dalam pembangunan mencapai 20 hingga 40 persen.

Di dalam negeri sendiri, sebut Pramono, sudah banyak proyek infrastruktur milik pemerintah yang digarap swasta. Contohnya tol Cipali.

“Ini kan berhasil, dan pada waktu itu peran swasta sangat besar,” ujarnya.

Menurut Seskab, selama ini banyak pihak swasta, baik dari dalam maupun dari luar negeri, yang berminat mengerjakan proyek pemerintah.

“Jadi tidak semuanya kemudian menggunakan APBN atau dilakukan oleh BUMN kalau memang swasta bisa, diberikan kepada swasta,” katanya. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar