Mau Jadi Diver Hebat, Ini Nasihat Menpar Arief Yahya

636
Pesona Indonesia
Menpar  Arief Yahya saat membuka dan memberikan sambutan pada acara Launching Indonesian Women In Diving, Jakarta (20/7/2016). Foto: @kemenpar_RI/twitter
Menpar Arief Yahya saat membuka dan memberikan sambutan pada acara Launching Indonesian Women In Diving, Jakarta (20/7/2016). Foto: @kemenpar_RI/twitter

batampos.co.id – Menpar Arief Yahya bunya banyak perbendaharaan kata-kata dan cerita. Wajar saja setiap tampil sebagai pembicara, orang yang mendengarkannya tak pernah merasa bosan.

Ya, tegoklah guyonannya saat meresmikan komunitas Indonesia Women in Diving di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Diving itu artinya Dive in Action! Maka semua diver itu pakai inisial D,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata yang mengenakan baju putih lengan pendek, Pesona Indonesia itu.

“Ada Devina Veronica, Putri Wisata Bahari. Ada Dhina Sabrina, Miss Scuba Diving, ada Dayu Hatmati dan lainnya. Semua pakai huruf awal D,” jelas Arief yang juga dihadiri oleh selebriti dan tokoh perempuan penghobi selam. Seperti Marischka Prudence juga Gemala Hanafiah.

Ada buku yang menurut Menpar Arief Yahya bagus, judulnya Go to Great. Bagaimana sebuah perusahaan itu, dari baik dan hebat. Pembukaannya sudah sangat inspiratif.

“Baik saja tidak cukup, tapi perusahaan harus hebat! Bahkan, baik itu adalah musuhnya hebat! Untuk menjadi great company, ada tiga hal. Kita harus punya spirit menjadi the best, kedua kita harus punya passion. Ketiga, harus ada ekonomic value,” kata Arief.

Dua syarat sudah dimiliki oleh para women divers. Pertama, Indonesia sudah terbukti the best diving spot in the world. Lokasi diving di Tanah air kita tidak ada yang mengalahkan. Punya coral terhebat, terlengkap, terbaik di dunia. Pantai terpanjang di dunia nomor 2.

“The best snorkel site versi CNN International ada di Raja Ampat dan Labuan Bajo, baru disusul Kepulauan Galapagos di lautan Pasifik Ekuador,” jelasnya.

Kedua, semua diver itu sudah pasti punya passion yang sama, cinta keindahan bawah laut.

“Begitu itu hobi mu, di situlah passionmu! Sudah pasti kalian dapat,” ujar Arief Yahya yang terpilih sebagai Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Ketiga, kata pria asal Banyuwangi itu, economic value. Diving termasuk Wisata Bahari, yang menyangkut tiga bidang, yakni Coastal Zone atau bentang pantai, Sea Zone antar pulau, dengan yacht, dan under water zone atau wisata bawah laut, untuk selam.

“Wisata bahari itu hanya 10 persen dari total perolehan pariwisata Indonesia. Nah, dari jumlah itu underwater hanya 15 persen saja, jadi sangat kecil nilai dan persentasenya,” jelas Arief Yahya.

Padahal diving itu olahraga atau hobi yang cukup mahal. Spending tourism di diving ini cukup besar, karena harus mneyewa peralatan dan juga safety yang ketat.

“Coba dikawinkan antara dive and dine! Menyelam dan restoran atau kuliner,” paparnya.

Dia menyebut yang disukai komunitas perempuan adalah keindahan, shopping dan kuliner.

“Nah, Komunitas Indonesian Women in Diving merupakan wadah bagi para penyelam wanita Indonesia untuk melakukan aneka kegiatan positif, terutama dalam hal pelestarian ekosistem laut. Saya mengapresiasi positif adanya komunitas ini. Kami berharap komunitas ini dapat membawa dampak positif terhadap pertumbuhan industri wisata selam di Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Peresmian komunitas Indonesian Women in Diving ini juga untuk mengakomodir gerakan membawa kantong kecil atau biasa disebut mesh bag saat menyelam. Gunanya tentu saja untuk memungut sampah yang ditemui oleh para penyelam wanita ini saat berada di laut atau titik-titik penyelaman.

Diharapkan ke depannya, kebiasaan baik ini akan terpupuk dan keindahan bawah laut Indonesia akan terjaga.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki lebih dari 700 spot diving dan snorkeling. Yang sudah punya pamor untuk menyelam antara lain: Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Syahrir Batu Kapal, Pulau Hatta, serta Pulau Ai, semuanya sulit diuraikan dengan kata-kata. Sederhananya: Wonderful! Penuh Pesona.

Bukan itu saja, Indonesia juga memiliki 20 titik penyelaman di Bunaken-Sulawesi Utara, Taman Nasional Wakatobi, 88 titik penyelaman di Selat Lembeh-Sulawesi Utara serta tiga spot diving di Pulau Weh, Aceh.

Sejumlah titik penyelaman yang tersebar di Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca -NTT, 50 titik menyelam laut Alor, 28 titik penyelaman di Derawan, spot diving di Teluk Cenderawasih dan Raja Ampat, juga sangat-sangat indah.

Arief menambahkan, lokasi perairan Indonesia yang merupakan pusat dari Corral Triangle, hingga fauna-fauna yang unik dan langka, semua ada di Indonesia.

Kata Arief, Indonesia merupakan pilihan yang tepat untuk tujuan wisata diving. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau serta merupakan tempat yang paling banyak diberikan kekuasan Tuhan yakni salah satunya menjadi pusat dari corral reef triangle yang memiliki berbagai lokasi diving berpanorama indah dan unik.

“Saat ini pendapatan dari wisata bahari 1 Miliar USD, atau hanya 10 persen dar pariwisata nasional. Kita proyeksikan tumbuh 4 kali lipat menjadi 4 Miliar USD. Malaysia saja sudah 8 Miliar USD, padahal top destination divingnya cuma ada 3, kita punya 33,” papar Arief.

Ketua Scuba Diver AustalAsia Ocean Planet Edisi Indonesia, Nunung Hasana mengatakan tiga hal branding-advertising-selling merupakan hal yang penting untuk terus digenjot Kemenpar.

Menciptakan komunitas diving ini juga dinilai merupakan cara yang cerdas untuk menggaet wisatawan yang berasal dari komunitas pencinta wisata minat khusus dunia seperti diving, surfing, dan wisata bahari lainnya.

”Kalau memang target Kemenpar 20 juta wisman, bukan hal yang sulit untuk datang ke Indonesia. Komunitas diving dan surfing dunia saja lebih dari itu. Kita buat pertemuan divinhg seluruh dunia saja pasti target itu terlampaui sebelum 2019,’’ ungkap wanita yang sudah menekuni dunia diving sejak Tahun 1975 tersebut. (inf)

Respon Anda?

komentar