Melihat Upaya ATB Menurunkan Tingkat Kebocoran Air (1)

Bentuk DMZ hingga Mengganti Pipa

542
Pesona Indonesia
Instalatur ATB saat akan membangun jaringan pipa berdiameter 800mm untuk meningkatkan kontinyuitas pelayanan kepada pelanggan, beberapa waktu lalu.
Instalatur ATB saat akan membangun jaringan pipa berdiameter 800mm untuk meningkatkan kontinyuitas pelayanan kepada pelanggan, beberapa waktu lalu.

Pada masa awal beroperasi, tingkat kebocoran air PT Adhya Tirta Batam (ATB) terbilang tinggi. Pada 1996 atau tahun pertama ATB mendapatkan konsesi dari Otorita Batam (BP Batam) kebocoran air mencapai 46 persen. Tahun berikutnya, kebocoran sempat turun menjadi 33 persen, namun 365 hari kemudian tingkat kebocoran air kembali melonjak menjadi 43 persen.

“Saat itu kebocoran ATB masih fluktuatif. Setiap tahun tingkat kebocoran air bisa naik dan turun. Hal tersebut dikarenakan ATB pada waktu itu hanya menggunakan metode find and fixed – menemukan titik kebocoran, dan memperbaikinya secepat mungkin,” ungkap Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno.

Ia melanjutkan, untuk menurunkan tingkat kebocoran air, ATB melakukan peremajaan pipa. Selain mengganti pipa yang sudah termakan usia, perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut juga menambah pipa-pipa besar untuk menekan tingkat kebocoran air dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kami cukup intens melakukan peremajaan pipa secara bertahap dari tahun awal beroperasi hingga 2011. Saat Sebelum melakukan penggantian pipa, kami menetapkan zona dan sub zona.  ATB membentuk Distric Metric Zone (DMZ) dan sub DMZ untuk lebih memudahkan pelayanan maupun pengecekan bila terjadi kebocoran air. Pembentukan DMZ dan sub DMZ tersebut dapat lebih memudahkan penggantian pipa maupun perbaikan bila terjadi kebocoran air. Sehingga setelah DMZ dan sub DMZ dibentuk, aliran air dan pipa yang terpasang lebih terpantau karena wilayah suplai sudah dikelompokan,” ungkap Enriqo.

Ia melanjutkan, upaya ATB untuk menurunkan tingkat kebocoran air dengan melakukan penggantian pipa cukup berhasil. Perusahaan air minum tercanggih di Indonesia tersebut mampu menurunkan tingkat kebocoran air hingga level 25 persen. Jauh lebih rendah dari tingkat kebocoran air ATB pada awal mendapat konsesi dari Otorita Batam.

“Namun saat semua pipa yang rentan bocor sudah kami ganti seluruhnya, sementara tingkat kebocoran air harus terus ditekan, ATB  harus melakukan langkah lain. Salah satunya memanfaatkan beragam teknologi mulai dari peralatan canggih hingga sistem yang mumpuni. Meski saat itu, tingkat kebocoran air ATB sebenarnya sudah jauh lebih rendah dari rata-rata kebocoran tingkat nasional yang mencapai 33-34 persen,” ujarnya. (*)

Respon Anda?

komentar