Peraturan Belum Tuntas, Pengajuan Calon Wakil Gubernur Kepri Tersendat

872
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Hingga kini, belum ada titik terang kelanjutan mengenai proses pengajuan nama-nama bakal calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yang bakal mendampingi Gubernur Nurdin. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak tak menampik hal tersebut.

“Tapi karena peraturannya belum tuntas, partai-partai pengusungnya juga belum menyiapkan kandidatnya untuk itu, lalu DPRD mau bilang apa?,” kata Jumaga, belum lama ini.
Padahal di sisi lain, Jumaga menilai, keberadaan wakil gubernur sedikit-banyak bakal membantu Gubernur Nurdin dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. Terlebih, sambung Jumaga, kondisi geografis Kepri yang amat memerlukan rentang kendali cepat. “Saya sendiri saja kalau tidak ada wakil bisa kewalahan,” ungkap politisi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Walau pun sebelumnya Staf Ahli Menteri Dalam Negeri RI Suhajar Diantoro sudah memberikan lampu hijau kepada DPRD Kepri untuk melangsungkan pemilihan Wakil Gubernur Kepri, Jumaga menegaskan, dirinya beserta jajaran anggota legislatif yang lain lebih memilih menunggu.
“Kami bertahan menunggu. Kalau mereka (calon wagub, red) tak datang, kenapa kita harus buru-buru menetapkan?” kata Jumaga.
Hanya saja, Jumaga ingin menegaskan, orang yang bakal menjabat sebagai pendamping Gubernur Kepri Nurdin Basirun itu tidak terpilih secara otimatis, sebagaimana yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Ketika gubernurnya memilih langsung orang yang akan mendampinginya selaku wagub.
Dipastikan pula oleh Jumaga, bahwasannya Wagub Kepri akan terdiri dari dua orang calon. Dan ketika keduanya telah sampai pada penantian keputusan DPRD Kepri, Jumaga menerangkan, DPRD Kepri baru akan melakukan beberapa langkah, sebagaimana peraturan yang berlaku.
Tahapan ini, dimulai dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pemilihan Wakil Gubernur Kepri. Yang mana dalam tugasnya, pansus ini akan melahirkan Tata Tertub (Tatib) pemilihan wakil gubernur. Termasuk satu diantaranya tata cara pemilihan wagub di DPRD Kepri. Dan kemudian, proses pemilihan akan dilangsungkan seusai terbitnya tatib oleh pansus tersebut.
“Tentunya kami mengupayakan untuk dapat memberikan wagub terbaik untuk Kepri. Yang pasti tak ada upaya untuk pengambilan keuntungan dalam proses itu nantinya,” tutup Jumaga. (aya)

Respon Anda?

komentar