Perda Persampahan Diterapkan per 1 Januari di Tanjungpinang

433
Pesona Indonesia
Petugas Kebersihan membersihkan drainase dari sampah di kawasan jalan pemuda dan jalan Sei Jang Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos
Petugas Kebersihan membersihkan drainase dari sampah di kawasan jalan pemuda dan jalan Sei Jang Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Peraturan Daerah (Perda) Persampahan secara efektif akan diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang pada 1 Januari 2017 mendatang.

“Tentu sebelum penerapan Perda tersebut masih harus melalui beberapa tahapan, seperti penyusunan Perwako dan sosialisasi,” ¬†ujar Wali Kota Tanjungpinang ditemui di ¬†Badan Perpustakaan Arsip dan Museum (BPAM) Kota Tanjungpinang, Rabu (20/7).

Dikatakan Lis, Perwako turunan Perda Persampahan saat ini tengah disusun oleh Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang. Dan diharapkan rampung pada awal September 2016.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyusun format tim pengawasan Perda, yang direncanakan melibatkan Tim Kebersihan Ketertiban Keamanan (K3). “Tim ini yang akan melakukan fungsi pengawasan. Fungsi K3 akan direvisi dan diperluas, termasuk mengawasi pembangunan dan persampahan,” ujarnya. Sementara untuk penindakkan tipiring akan dilakukan oleh Satpol PP.

Untuk sistem pelaporan, dikatakan Lis dapat dilakukan oleh setiap warga. “Kalau ada yang melihat bisa dilaporkan kemudian diselidiki dan akan diperiksa,” ujarnya. Lis merencanakan meletakkan CCTV di sejumlah ruas jalan untuk mempermudah pengawasan.

Jika Perda Persampahan telah diterapkan, maka pelanggar akan dikenai denda sebanyak Rp 500 ribu. Denda akan diberlakukan, kepada warga yang melanggar sebanyak tiga kali.

Apabila pelanggar tersebut tidak juga membayarkan denda, maka bisa dikenai sanksi di pasal 57 dalam Perda serupa, yaitu dikenai sanksi pidana maksimal kurungan selama tiga bulan, dan denda sebesar Rp 50 juta. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar