Ramadhan Pohan Bantah Gelapkan Rp 4,5 Miliar

937
Pesona Indonesia
Ramadhan Pohan memberikan penjelasan kepada media usai diperiksa di Poldasu, Rabu (20/7). Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS/JPG
Ramadhan Pohan memberikan penjelasan kepada media usai diperiksa di Poldasu, Rabu (20/7). Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS/JPG

batampos.co.id – Ramadhan Pohan, membantah melakukan penggelapan Rp 4,5 Milyar. Bahkan, dikatakan Ramadhan Pohan jika dirinya tidak ada terikat hutang piutang dan perjanjian baik secara lisan ataupun tertulis, dengan siapapun.

Hal tersebut, disampaikan Ramadhan Pohan, usai menjalani pemeriksaan, Rabu (20/7) sekira pukul 19.30 WIB, di halaman gedung Ditreskrimum Polda Sumut.

“Ini saya datang memenuhi panggilan. Untuk panggilan pertama dan kedua itu, saya tidak hadir karena saya sakit. Untuk itu, saya tegaskan tidak ada penangkapan dan saya sudah sampaikan keterangan, ” ujar Ramadhan Pohan singkat.

Dikatakan Ramadhan, pertanyaan yang ditanyakan Penyidik kepadanya cukup banyak. Mulai tentang dirinya, sampai pada orang-orang terkait dengan kasus yang menjeratnya. Dikatakan Ramdhan Pohan kalau dirinya mengenal pelapor, pada tahun 2015 lalu, saat Pilkada.

“Meski demikian, saya berterimakasih pada siapapun yang telah membantu saya dan Pak Edi pada Pilkada lalu, ” ujar Ramadhan melanjutkan.

Dikatakan Ramadhan kalau kejadian yang dialaminya ini, akan dijadikannya pelajaran untuk berhati-hati berhubungan dan bekerja sama dengan orang yang baru dikenal. Namun, diakuinya jika dirinya tidak menyesal.”Apa yang harus disesali. Semua ini karunia Allah. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, ” lanjut Ramadhan.

Ditanya apakah dirinya siap ditahan, Ramadhan mengaku siap. Untuk itu, jika dirinya akan datang lagi memenuhi panggilan penyidik, bila dibutuhkan. Namun, ketika disebut kalau Polisi punya bukti kuat, Ramadhan diam dan berlalu.

Sementara kuasa Hukum Ramadhan Pohan, Sahlan Rifai Dalimunte mengaku jika pihaknya melaporkan Savita Linda Hora Panjaitan, pada April 2016 lalu. Dikatakan Sahlan, laporan itu juga kasus penipuan dan penggelapan karena uang Rp 4,5 Miliar yang disebut, tidak pernah diterima kliennya.

Disinggung soal pemeriksaan Ramadhan Pohan, disebut Sahlan jika Penyidik menyampaikan 42 pertanyaan.”Klien kami tidak pernah tahu bahkan tidak pernah melihat uan

g itu. Ada cek katanya, klien kami juga tidak pernah pegang buku cek itu. Nanti akan terungkap yang kami laporkan ini, ” ujar Sahlan singkat. (jpg)

Respon Anda?

komentar