Warga Baloi Kolam Kembali Protes, Minta Tak Ada Aktivitas Sebelum Status Lahan Jelas

720
Pesona Indonesia
Warga Baloi Kolam kembali melayangkan protes terhadap pemilik lahan yang melakukan aktivitas perataan lahan menggunakan alat berat di Balo Kolam, Rabu (20/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Warga Baloi Kolam kembali melayangkan protes terhadap pemilik lahan yang melakukan aktivitas perataan lahan menggunakan alat berat di Balo Kolam, Rabu (20/7/2016). Tampak anggota TNI menenangkan warga. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Aksi protes masyarakat Baloi Kolam untuk menuntut hak pemukiman bagi warga Baloi Kolam dan menolak campur tangan TNI di Baloi Kolam kembali berlanjut, Rabu (20/7/2016).

Aksi protes yang dilakukan pada hari ini didominasi oleh ibu rumah tangga, mereka mendatangi lokasi pengerukan tanah untuk menolak setelah adanya aktivitas alat berat yang melakukan pengerukan tanah.

“Tolong lah di hentikan pak, kami ini hanya rakyat kecil. Jangan lah tindas kami ini,” teriakan salah seorang ibu rumah tangga dengan lantang.

Warga sempat mengamuk dan merusak satu unit sepeda motor Yamaha Mio BP 5631 GB. Warga menduga motor tersebut merupakan milik penjaga lahan.

“Tidak boleh ada yang bekerja di sini,” ujar warga lainnya.

Dia menambahkan aksi penolakan tersebut akan selalu dilayangkan warga Baloi Kolam.

“Sebelum jelas lahan ini. Tak satupun boleh bekerja,” tuturnya.

Edo, salah seorang saksi mata mengaku pengrusakan sepeda motor itu dilakukan spontan oleh warga. Pemilik sepeda motor saat itu terlihat berada di lahan untuk mengawasi aktivitas alat berat.

“Warga langsung mengejar pria (pemilik motor). Lalu motornya di rusak,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa anggota TNI yang berada di lokasi tampak mencoba menenangkan kemarahan warga dan memberikan pengertian kepada seluruh warga yang datang, bahwa keberadaan mereka di sana bukan untuk memusuhi warga, tapi menjaga agar kondisi tetap aman.

Namun aksi protes yang dilakukan ratusan warga ini tidak berlangsung lama, mereka membubarkan diri setelah hujan lebat turun di sekitaran lokasi aksi mereka.

Dalam berita sebelumnya, ribuan warga Baloi Kolam juga telah melakukan aksi protes dengan mendatangi kantor BP Batam dan DPRD Kota Batam.

Dalam aksi protes yang dilakukan tersebut, mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan setelah beberapa anggota DPRD berjanji untuk mempertemukan para pihak yang terkait.

Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, warga Baloi Kolam pun mencoba untuk mengusir sendiri keberadaan TNI di sekitar pemukiman mereka dengan cara membakar alat berat yang berada di lokasi.

Namun, aksi yang diprediksi berujung anarkis tersebut urung terlaksana, setelah beberapa anggota kepolisian dan koordinator aksi menenangkan emosi warga yang sudah berapi-api. (eggi/opi)

Baca Juga:
> Polemik Dam Baloi Dibawa ke DK Batam, Warga Diminta Tenang
> BP Batam Kembalikan UWTO 12 Perusahaan di Baloi Kolam
> Ribuan Warga Baloi Kolam Demo BP dan Pemko Batam, Tolak TNI Ikut Campur
> Datangi Warga Ruli Baloi, Kapolda Minta Jangan Ada Anarkisme

Respon Anda?

komentar