3.000 Nelayan Asal Jawa Masuk Natuna

1145
Pesona Indonesia
Nelayan di Pulau Jawa. Foto: dok. jawapos.com
Nelayan di Pulau Jawa. Foto: dok. jawapos.com

batampos.co.id – Pemerintah segera mengirim ribuan nelayan dari Pantura Pulau Jawa untuk beroperasi di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) sebelum 2017.

Hal tersebut merupakan bagian dari program penguatan wilayah perairan Natuna dari aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar mengatakan bahwa pihaknya akan menggalang sebanyak lebih dari tiga ribu nelayan untuk diarahkan melaut ke perairan Natuna.

Wilayah yang masuk ke dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 711 yang juga meliputi Perairan Selat Karimata dan Laut Cina Selatan tersebut selama ini dinilai sepi oleh aktivitas pengangkapan ikan oleh nelayan lokal.

Tapi wilayah tersebut selama ini justru ramai oleh aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing.

“Tiga ratus kapal nelayan akan dikirim ke perairan Natuna. Kalau satu kapal isinya 10 nelayan maka ada tiga ribu nelayan. Tapi bisa jadi 4.500 nelayan kalau satu kapal isinya 15 nelayan,” kata Zulficar saat ditemui di sela-sela rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia di kompleks KKP, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus), kemarin (21/7).

Zulficar menerangkan, ribuan nelayan tersebut merupakan nelayan yang biasa beroperasi di perairan pantai utara (Pantura). Selain itu, mereka merupakan nelayan yang sempat beroperasi di kapal yang menggunakan alat penangkap jenis cantrang yang berbobot sekitar 30 gross tonnage (GT). Cantrang saat ini dilarang keras oleh pemerintah.

“Perlu diketahui bahwa pengiriman ini bukan program transmigrasi tapi pemindahan wilayah penangkapan ikan dari pantura ke Natuna karena di Natuna ikannya juga melimpah. Mereka tetap pulang ke pantura jika sudah mendapat ikan,” ujar Zulficar.

Namun demikian, pemerintah juga menyediakan rumah singgah di Natuna bagi nelayan yang melaut lebih dari sehari. “Di Natuna juga akan dibangun industri perikanan terpadu. Selain rumah singgah untuk nelayan juga akan dibangun cold storage untuk penyimpanan ikan,” tuturnya.

Zulficar juga menyadari bahwa mengarahkan ribuan nelayan yang biasa beroperasi di pantura ke perairan Natuna bukan hal yang mudah. Menurutnya, tidak semua nelayan ingin pindah dari tempatnya biasa melaut selain disebabkan karena ketiadaan kapal yang mampu menempuh perjalanan lebih jauh ke Natuna.

Selain itu, dia juga menambahkan bahwa nelayan yang ingin pindah ke Natuna harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya yakni tidak diperbolehkan untuk menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang seperti cantrang dan pukat.

“Kami tidak akan memaksa nelayan untuk besok harus pindah ke Natuna. Tapi menunggu mereka siap. Siapa saja yang siap pindah ke Natuna kami siap fasilitasi pemindahannya,” imbuhnya. (dod/jpgrup)

Respon Anda?

komentar