Balada Anak Sekolah, LKS Sudah Tersebar Ditarik lagi

855
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah orang tua murid di Batam kecewa. Sebab, sekolah tetap mewajibkan siswanya membeli lembar kerja siswa (LKS). Bahkan beberapa sekolah sudah ada yang menyebarkan LKS dan menerima uang pembayaran dari orang tua siswa. Padahal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan telah mengintruksikan sekolah negeri agar tak menjual LKS

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad  mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam. Surat edaran dari Mendiknas itu belum sampai ke Pemko Batam khususnya Disdik Batam.

“Pak Muslim katakan (Kadisdik), surat (terkait larangan penjualan LKS dari Mendiknas) belum diterima secara resmi. Namun secara substansi sudah tahu,” kata Amsakar di Batamcenter, kemarin.

Dikatakannya, kebijakan dari pusat melalui surat edaran harus dijalankan dan tak boleh diabaikan. Jika pusat telah melarang penjualan LKS di sekolah negeri, maka sekolah tak boleh lagi menjual.

“Kalau ditingkat nasional sudah tak diperbolehkan, hal ini harus segera dikomunikasikan dengan semua kepala sekolah,” jelas Amsakar.

Menurut dia, dibeberapa media sosial dirinya juga sempat mendapat informasi adanya LKS yang sudah tersebar. Bahkan para orang tua sudah membayar kepada sekolah.

“Kalau sudah ada beberapa sekolah yang sudah edarkan, maka ditarik kembali. Dan saya akan selesaikan sampai tuntas masalah ini. Jangan dijadikan polemik dan membuat kekhawatiran,” terang Amsakar.

Namun. lanjut Amsakar, pemerintah juga harus mencari solusi terbaik agar bisa menambah tugas untuk siswa. Jangan karena tak adanya LKS, maka tugas siswa untuk belajar jadi berkurang.

“Kita harus tahu, sejauh mana manfaat proses belajar mengajar dengan LKS ini. Kita juga harus pikirkan juga kebijakan lain untuk proses belajar siswa. Jangan sampai LKS ditarik, anak-anak tak belajar dan santai,” kata Amsakar.

Ia juga memperingatkan para orang tua agar tak terlalu hitung-hitungan dalam mengelurkan biaya agar anak bisa belajar. Sebab. pendidikan untuk anak jauh lebih penting dibandingkan materi.

“Orang tua harus tahu apa yang membuat anak bisa belajar. Dan itu sudah jauh lebih penting dari angka (uang),” pungkas Amsakar. (she)

Respon Anda?

komentar