Dituduh Terlibat Kudeta, Puluhan Ribu Akademisi Turki Dipecat

304
Pesona Indonesia
Rakyat Turki turun ke jalan menentang kudeta militer. Ini juga wujud kecintaan mereka terhadap Presiden Erdogan. Foto: GURCAN OZTURK/AFP
Rakyat Turki turun ke jalan menentang kudeta militer. Ini juga wujud kecintaan mereka terhadap Presiden Erdogan. Foto: GURCAN OZTURK/AFP

batampos.co.id – Pemerintah Turki masih terus melakukan ‘pembersihan’ di pelbagai instansi pasca percobaan kudeta yang gagal beberapa waktu lalu. Dunia pendidikan kini menjadi sasaran.

Setelah memecat 1.577 dekan, kini giliran 21 ribu guru yang dicabut izin mengajarnya. Rektor dari empat universitas juga didepak dari jabatannya, yakni rektor dari universitas teknik di Gazi, Dicle, Yalova, dan Yildiz.

Selain itu, sebanyak 15 ribu pejabat di Kementerian Pendidikan pun harus kehilangan pekerjaan.

Tak cukup hanya itu, para akademisi Turki pun dilarang bepergian ke luar negeri untuk sementara waktu. Mereka yang di luar negeri untuk urusan pekerjaan ataupun misi pembelajaran harus segera kembali.

Kebijakan larangan ke luar negeri itu hanya berlangsung sementara hingga situasi tenang. Tujuannya, mencegah orang yang terlibat kudeta di lingkungan pendidikan melarikan diri.

Dewan Pendidikan Tinggi Turki menegaskan bahwa penggantian orang-orang yang dipecat di sektor pendidikan itu segera dilakukan. Mereka juga meminta semua rektor untuk mencari bawahannya yang dinilai terlibat Organisasi Teroris pimpinan Fethullah Gullen.

Pembersihan besar-besaran tersebut dilaksanakan karena pemerintah yakin banyak pendukung ulama Fethullah Gulen di sektor pendidikan. Ulama 75 tahun yang dituding sebagai dalang di balik kudeta itu memang memiliki jaringan yang sangat luas di sektor pendidikan. (jpg)

Respon Anda?

komentar