Fadel Muhammad Terseret Kasus Suap Pengelolaan Tambang

1071
Pesona Indonesia
Politikus Partai Golkar Fadel Muhammad. Foto: dokumen JPNN.Com
Politikus Partai Golkar Fadel Muhammad.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Bareskrim Polri memeriksa mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Jumat (22/7). Fadel yang pernah menjadi tersangka korupsi APBD Gorontalo, kali ini diperiksa terkait dugaan suap pada tender pengembangan tambang emas di provinsi yang pernah dipimmpinnya.

Fadel mendatangi Bareskrim Polri setelah sebelumnya sempat dua kali mangkir dari panggilan Bareskrim.  Usai menjalani pemeriksaan, Fadel Fadel mengaku ditanya tentan alasannya menunjuk Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk pengembangan proyek tambang emas Pani Gold.‎

Fadel merupakan pengambil kebijakan tertinggi di daerah terhadap pelaksaanan proyek itu. “Saya dulu kan jadi gubernur di Gorontalo. Saya kemudian memberikan IUP  kepada koperasi,” ujarnya.

Menurut Fadel, koperasi itu lantas bekerja sama dengan perusahaan One Asia Resources.  “Tapi rupanya ada perusahaan G Resources ribut sama mereka. Mereka berkelahi, ribut-ribut jadi saya hampir ke polisi,” sambungnya.

Gubernur Gorontalo periode 2001-2009 ini mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui ternyata ada dualisme dalam kepemimpinan di KUD Dharma Tani Marisa. Dua kepemimpinan itu masing-masing menunjuk perusahaan pertambangan untuk mengelola tambang emas seluas 100 hektare di Gorontalo. Yakni PT One Asia dan G Resources.

“Jadi saya selaku gubernur yang memberikan izin kepada koperasi tersebut ditanya kenapa diberikan kepada koperasi, kenapa tidak kepada perusahaan nasional, atau perusahaan asing,” jelas Fadel.

Namun, Fadel mengaku tidak mengetahui masalah teknis penunjukkan itu. Hanya saja, Fadel sempat berpesan agar pengelola tambang emas diserahkan ke perusahaan lokal.

“Dulu memang ketika itu saya punya ide agar izin-izin IUP dapat diberi kesempatan kepada pengusaha-pengusaha kecil dan koperasi. Saya memelopori itu,” tuturnya.

Sebagai pimpinan di Komisi VII DPR yang membidangi pertambangan dan energi, Fadel mengaku terus mendorong sumber daya alam Indonesia juga dikelola oleh perusahaan-perusahaan kecil, termasuk koperasi. “ Kita harus memihak dan memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan kecil, koperasi, KUD, dan lain-lain. Itu yang mereka pertanyakan kepada saya,” beber Fadel.

‎Dalam kasus ini, Bareskrim sudah menetapkan salah satu ketua KUD Dharma Tani Marisa yang juga anggota DPRD Gorontalo, Lisna Alamri sebagai tersangka pada 2015 silam. Lisna disebut-sebut telah menunjuk PT Asia One sebagai pengelola tambang emas Pani Gold. Diduga, ada unsur suap di balik pemenangan PT Asia One sebagai pengelola. (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar