Ini Kawasan di Batam dengan Sistem Pengamanan Terbaik

1006
Pesona Indonesia
Gerbang masuk Kawasan Industri Batamindo. Foto: istimewa
Gerbang masuk Kawasan Industri Batamindo. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri Komisaris Jenderal Putut Bayuseno memuji sistem sistem keamanan Kawasan Industri Kabil (KIB). Bahkan, menjadi percontohan kawasan industri objek vital nasional.

Hal ini diungkapkan Putut saat mengunjungi kawasan Industri Batamindo (KIB), Selasa (19/7/2016) lalu. Saat Putut keliling KIB ditemani Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, Putut tak henti-henti memuji sistem keamanan dalam kawasan tersebut.

“Indah dan bagus, sistem keamanan juga tertata dengan baik, ini bagus dijadikan contoh bagi kawasan objek vital lainnya,” ujar Putut.

Selain melihat langsung kondisi kawasan industri terbesar di kota Batam itu, Putut dan rombongan juga mendapat penjelasan dari manajemen PT BIC selaku pengelolah KIB.

General Manajer PT BIC, Mook Sooi Wah, menuturkan, KIB saat ini aman terkendali. KIB dengan luas lahan 320 hektare sedikitnya menampung 68 perusahaan.

“82 persen sudah terisi dari total 186 gedung yang ada dalam kawasan ini,” ujarnya.

Ke-68 perusahaan yang ada dalam KIB ini umumnya adalah perusahaan modal asing (PMA) yang menampung sekitar 46 ribu pekerja.

“Kebanyakan PMA yang ada di sini dan mereka rata-rata punya cabang atau induk di berbagai negara jadi memang perlu dijaga betul-betul, sebab kalau sedikit ada masalah tentu akan mudah tersebar kemana-mana karena tentu mereka akan membuat laporan ke cabang atau induknya dan kalau itu terjadi maka kita semua yang akan rugi,” ujar Mook menjelaskan alasan kenapa sistem keamanan di KIB perlu dijaga dengan baik.

Untuk sistem keamanan sendiri KIB kata Mook Sooi Wah, memiliki petugas kemanan yang terdiri dari TNI, Polri dan Sekuriti yang memadai, sistem gerbang dengan akses terbatas hanya untuk pekerja perusahaan di dalam kawasan serta sejumlah kamera CCTv.

“Kawasan juga dikelilingi tembok yang susah ditembus, begitu juga antar satu perusahaan ke perusahaan lain juga dibatasi tembok yang sama,” ujarnya.

Selama ini dijelaskan Mook Sooi Wah memang kerap ada gejolak aksi unjuk rasa dan lain sebagainya, namun demikian pihaknya masih bisa mengontrol dan mengamankan kawasan tersebut dengan selalu aktif berkoodinasi dengan pihak kepolisian dan TNI.

“Kami punya jalinan yang baik dengan Polisi dan TNI dan bahkan sudah ada MoUnya dengan Polda Kepri,” ujarnya.

Menanggapi penjelasan itu Putut cukup terkagum. Namun demikian Putut tetap perharap agar pihak manajemen selalu waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Kalau dilihat secara umum untuk sistem keamanan sudah cukup bak, tapi alangkah baiknya lagi kalau sistem pengamananya ditingkatkan lagi dengan memasang security dan sistem CCTv digital,” ujarnya.

Saran ini kata Putut agar mempermudah pihak manajemen dalam mengontrol dan mengawasi kawasan tersebut.

“Teknologi semakin maju, jadi harus upgrade dong biar lebih bagus lagi ke depannya,” ujar Putut.

Dari hasil tinjuan dan pemaparan pihak manajemen, Putut menegaskan bahwa KIB memiliki tatatan manajemen yang baik dan patut dijadikan percontohan untuk kawasan industri objek vital nasional.

“Ini dijadikan contoh bagi kawasan perusahaan lainnya,” ujarnya. (eja)

Respon Anda?

komentar