MA Tolak Permohonan PK Gembong Narkoba Freddy Budiman

1382
Pesona Indonesia
Freddy Budiman (berkaus biru) saat dipindahkan ke Pulau Nusakambangan. Foto: dokumen JPNN
Freddy Budiman (berkaus biru) saat dipindahkan ke Pulau Nusakambangan.
Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Kandas sudah upaya gembong narkotika Freddy Budiman untuk lolos dari hukuman mati dengan mengajukan permohonan kembali (PK). Sebab, Mahkamah Agung (MA) telah menolak upaya PK terpidana mati kasus narkoba itu.

Juru Bicara MA Suhadi mengatakan, lembaga peradilan tertinggi di tanah air itu sudah menolak permohonan PK Freddy. “Putusannya diketok tadi sebelum salat Jumat,” ujar Suhadi saat dihubungi JPNN, Jumat (22/7) sore.

Putusan PK itu diketok oleh majelis hakim agung yang diketuai  Syarifuddin dengan dua anggota, yaitu Andi Samsan Nganro dan Salman Luthan. Dengan putusan MA di tingkat PK itu maka hukuman atas Freddy bisa dieksekusi. “Hukumannya tetap berlaku,” kata Suhadi.

Jaksa Agung M Prasetyo pun menyambut baik putusan PK atas Freddy Budiman itu. Sebab, hal itu sejalan dengan harapan kejaksaan.

“Kalau MA betul sudah keluarkan putusan itu, alhamdulillah. Itu yang kita harapkan,” ujar  Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jumat (22/7).

Dia mengatakan, dari awal Freddy memang tidak punya novum atau bukti baru untuk mengajukan PK. Parahnya, Freddy tetap mengendalikan bisnis narkoba dari balik penjara.

“Apa bukti baru dia? Kecuali dia dari balik penjara masih mengendalikan peredaran dan menjadi bandar narkoba,” kata Prasetyo.

Freddy merupakan terpidana mati kasus narkotika. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi ke Indonesia.

Vonis mati tingkat pertama untuk Freddy dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Vonis itu dikuatkan di tingkat banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan kasasi MA.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar