Mencari Sekda yang Kompeten, Tugas Berat Menanti Gubernur

427
Pesona Indonesia
Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KSAN) Nuraida Mochsein. foto:rpg
Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KSAN) Nuraida Mochsein. foto:rpg

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kembali dihadapkan pada tugas berat dalam mencari figur yang tepat dan kompeten untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri secara defenitif.

“Ya memang ada dua nama yang diganti. Selain itu ada juga tambahan dua nama. Tentu ini langkah yang bagus,” ujar Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Nuraida Mokhsen menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (21/7) lewat pesan singkat.
Dikatakannya, karena dirinya berasal dari Provinsi Kepri, Panselda Kepri bentukan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ditangani oleh, Mantan Sekretaris Kementerian PAN-RB, Tasdik Kinanto yang juga merupakan Anggota KASN. Menurut Nuraida, saat ini, Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri, Firdaus tengah berkonsultasi dengan KASN di Jakarta.
“Nanti kalau Pak Firdaus kembali ke Tanjungpinang, pasti juga akan tahu perkembangannya seperti apa. Karena pansel bukan sesuatu yang harus dirahasiakan,” papar perempuan yang pernah bertugas di lingkungan Pemprov Kepri tersebut.
Menurut Nuraida, seharusnya tahapan-tahapan ini dilaksanakan pada bulan Mei lalu. Hanya saja tertunda, karena kisruh tandatagan palsu terhadap Surat Keputusan (SK) Pansel bentukan Alm. Muhammad Sani. Masih kata Nuraida, rencana awalnya, Agustus mendatang Sekda Kepri definitif sudah dilantik.
“Setelah adanya laporan, tentu akan dipelajari atau ditelaah oleh KASN. Kemudian, baru dilanjutkan dengan tahapan-tahapan seleksi, yakni pembukaan pendaftaran” jelasnya.
Sementara itu, Zamzami A Karim yang namanya kembali masuk dalam Pansel bentukan Nurdin Basirun mengaku belum mendapat konfirmasi terkait hal itu dari Pemerintah Provinsi Kepri. Bahkan dirinya juga belum menerima SK dari terkait penunjukan tersebut.
“Jujur sampai saat ini, saya belum ada menerima SK tersebut. Kalau memang benar, nanti saya konfirmasikan ke kawan-kawan,” ujar Zamzami singkat menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun maupun BKD Provinsi Kepri. Beredar kabar, dua nama yang digeser dari susunan Pansel sebelumnya adalah, Raja Ariza, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provisi Kepri. Satu nama lainnya adalah Yusron Roni, Kepala Ombudsman Kepri.
Sedangkan wajah-wajah baru yang digandeng Gubernur untuk mencari figur Sekda Kepri yang kompeten adalah dengan memasukan, Adi Suryanto dari Lembaga Administrasi Negara, Soni Sumarsono, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri. Dua nama lainnya adalah Burhan Bungin, dan Sukriyanto yang merupakan akademisi dari Universitas 17 Agustus, Surabaya.
Sementara itu, nama-nama pilihan Alm. Muhamamd Sani yang dipertahankan Nurdin Basirun adalah, Mantan Wakil Menpan, Eko Prasojo, Dekan FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Abdul Malik, dan Akademisi STISIPOL Tanjungpinang, Zamzami A Karim.(jpg/bpos) 

Respon Anda?

komentar