Perangi dan Berantas Narkoba, Gubernur Teken Komitmen Bersama

373
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menandatangani komitmen bersama untuk memberantas peredaran narkoba disaksikan Kepala BNN RI, Komjen Pol Budi Waseso. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menandatangani komitmen bersama untuk memberantas peredaran narkoba disaksikan Kepala BNN RI, Komjen Pol Budi Waseso. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menandatangani komitmen bersama Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan seluruh Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, Kamis (21/7) di Mapolda Kepri.

Dalam sambutannya, Nurdin menyatakan sebagai Gubernur, dirinya sangat berkomitmen memberantas Narkoba. Dan juga akan terus mendukung setiap usaha dalam pemberantasan narkoba terutama di wilayah Provinsi Kepri.

“Kondisi Indonesia darurat narkoba bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dihadapi. Termasuk Kepri, menjadi sasaran utama penyebaran Narkoba karena letak geografis Kepri yang berbatasan dengan negara asing. Untuk itu kita harus sepakat untuk bersama-sama merapatkan barisan dengan usaha maksimal, bersinergi ,bertekad untuk memerangi narkoba. Kuncinya adalah komitmen dan konsisten,” ujar Nurdin.

Nurdin yakin dengan tekad, semangat dan komitmen bersama, Kepri maupun Indonesia bisa bebas Narkoba seperti negara Thailand yang sudah zero narkoba. Selain itu, Nurdin juga mengingatkan dan mengajak seluruh lini masyarakat untuk sadar dan waspada bahwa sasaran narkoba tersebut adalah untuk menghilangkan generasi, generasi hilang akan turut menghilangkan sejarah. Dan pada akhirnya hilanglah negara Indonesia.

“Mari sama-sama kita perangi dan berantas narkoba. Karena ini menyangkut masa depan bangsa dan negara,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjed Pol. Budi waseso menegaskan bahwa narkoba adalah mesin pembunuh massal yang merusak fungsi kerja otak. Dari analisa yang dilakukan di lapangan diperkirakan 40-50 orang meninggal per hari. Dan penyalahguna narkoba aktif di Indonesia mencapai 5 juta orang.

“Kita harus sadar bahwa Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar peredaran narkoba. Dan Kepri, sebagai wilayah kepulauan, di jalur perlintasan internasional merupakan salah satu sasaran utama masuknya narkoba. Apalagi banyaknya kapal yang sandar dan kebutuhan pokok yang diimpor,” ungkap Budi Waseso.

Budi juga mengungkapkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi salah satu pusat kendali peredaran gelap narkoba. Hal tersebut terjadi karena tersangka narkoba tdk langsung dieksekusi. Ada 60 jaringan Lapas yang dikendalikan narapidana dari 22 Lapas di Indonesia.

Selain itu, Budi mengingatkan semua elemen masyarakat untuk belajar pada sejarah bagaimana Inggris mengalahkan Tiongkok. Cara yang dipakai Inggris adalah dengan membanjiri Tiongkok dengan narkoba sehingga masyarakat Tiongkok lemah dan memudahkan Inggris untuk menguasai Tiongkok

Kepala FKPD yang turut menandatangani komitmen pemberantasan Nakoba tersebut adalah Kapolda, Danrem 033/WP, Danlanramal IV, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Danguskamlabar, Ketua DPRD Kepri, Kepala BNNP, Kepala Kanwil Bea Cukai, Kepala Kanwil KuhHam, Kepala BPOM, Danlanud, Kepala Bakamla, Kabinda, dan Kepala BP Kawasan.

Acara tersebut disejalankan dalam acara Tatap Muka Kepala BNN dengan TNI-Polri dan Aparat Penegak Hukum Serta Komitmen Bersama P4GN yang dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol Budi Waseso.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar