Pria Malaysia Selundupkan 136,12 Gram Sabu, Disimpan di Bokong dan Pakaian Dalam

554
Pesona Indonesia
Kapala KPPBC Tipe Madya Pabean B, Bernhard (pegang mikrofon) sedang memberikan penjelasan tentang penangkapan M Azhari WN Malaysia yang menyelundupan sabu-sabu. foto:sandi/batampos
Kapala KPPBC Tipe Madya Pabean B, Bernhard (pegang mikrofon) sedang memberikan penjelasan tentang penangkapan M Azhari WN Malaysia yang menyelundupan sabu-sabu. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Petugas BC di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, Selasa (19/7) pukul 16.30 WIB mengamankan satu orang penumpang yang baru turun dari kapal feri MV Kapindo Ekpress yang baru tiba dari Pelabuhan Putri Harbour, Johor Bahru, Malaysia karena mencoba menyelundupan 136,12 gram sabu-sabu di pakaian dalam dan juga anus dengan nilai sekitar Rp 270 juta lebih.

”Sesuai dengan prosedur yang kita terapkan di Pelabuhan Internasional salah satunya melakukan pengawasan dan pemeriksaan tubuh. Dan, pada saat seorang pemuda yang diketahui namanya M Azhari, yang merupakan warga negara Malaysia melewati pintu pemeriksaan terlihat gelisah dan melihat ke sana-sini. Petugas kita di lapangan yang melihat gerak-gerik pemuda tersbeut langsung melakukan pemeriksaan badan,” ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya Pabean B Tanjuungbalai Karimun, Bernhard, Rabu (20/7).

Tersangka M Azhari, katanya, sempat menolak untuk dilakukan pemeriksaan. Kemudian, kondisinya juga seperti orang yang sedang dalam pengaruh narkotika. Pada saat dilakukan pemeriksaan pertama kali ditemukan satu bungkusan warna ungu yang disembunyikan di pakaian dalam. Setelah dibuka isinya berupa sabu-sabu. Akhirnya, tersangka langsung dibawa ke kantor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

”Pada saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka mengaku masih membawa satu paket lagi yang disimpan di dalam anus. Sehingga, tersangka dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan USG. Dan, memang ternyata benar masih ada satu barang yang tersembunyi di dalam tubuh tersangka. Akhirnya, dengan menggunakan obat, satu paket sabu berhasil dikeluarkan. Paket pertama yang beratnya 67,13 gram, dan paket yang kedua beratnya 68,99. Jadi totalnya 136,12 gram. Jika per gramnya mencapai Rp 2 juta, maka total nilai sabu-sabu ini Rp 270 juta lebih,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari keterangan tersangka bahwa dia ke Tanjungbalai Karimun baru pertama kali dan bersama dengan dua orang pasangan suami istri. Kemudian, melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pasangan suami istri. Saat ini, ketiga tersangka dan pasangan suami istri tersebut telah dilimpahkan ke Satuan Narkoba Polres Karimun untuk pemeriksaan.

Kaur Bin Ops Satuan Narkoba Polres Karimun, Iptu Asparianto secara terpisah menyebutkan, dua orang pasangan suami istri yang diamankan telah dilakukan pemeriksaan. ”Hasil pemeriksaan keduanya mengaku kenal dengan tersangka dim atas kapal. Itu pun karena duduk satu deret atau berdekatan dengan tersangka. Pengakuan tersangka tidak dapat dijadikan pedoman. Tentang upah, tersangka mengaku dijanjikan akan dibayar RM500 jika barang sudah diterima oleh orang di karimun. Dan, siapa orang di Karimun tersangka tidak tahu,” paparnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar