Santoso Masih Punya Pengikut, Operasi Tinombala Berlanjut

945
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: rakka denny/jawapos
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: rakka denny/jawapos

batampos.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa matinya Santoso bukan berarti akhir bagi Operasi Tinombala. Pasalnya, masih ada pengikut pentolan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu yang berkeliaran dan berpotensi menebar teror.

Tito mengatakan, masih ada beberapa anak buah Santoso yang bersembunyi diĀ  Pegunungan Napu, Sulawesi Tengah. Ali Kalora dan Basri, serta 19 orang anggota kelompok MIT.

“Kelompok ini melemah, tapi masih ada beberapa orang yang kita tahu mereka memiliki kemampuan dan militansinya tinggi. Misalnya Basri dan Ali Kalora, oleh karena itu jangan sampai buru-buru cabut operasi ini,” kata Tito usai upacara HUT Adhyaksa di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (22/7).

Tito menilai Operasi Tinombala sudah berjalan sesuai rencana. Berbagai macam upaya seperti penyekatan wilayah di Pegunungan Napu sudah dilakukan, sampai pada akhirnya Santoso dan pengikutnya, Muchtar bisa dilumpuhkan.

Karenanya Tito masih ingin melanjutkan Operasi Tinombala. Sebab, kata dia, saat ini adalah momentum yang baik untuk mencari anak buah Santoso lainnya termasuk Ali Kalora dan Basri.

“Ketika mereka sudah melemah maka kita harus pressure supaya tekanan semakin tinggi. Agar cepat selesai sampai ketangkap tokoh utama karena ancaman di tokoh utama. Ali Kalora dan Basri misalnya, kita harus lakukan tekanan saat sekarang ini. Jangan kendor, sekarang sudah terdesak, sudah lepas, kita akan repot ke depan,” tegasnya.(elf/JPG)

Respon Anda?

komentar