WOW, Peningkatan PMA di Batam Mencapai 392 Juta Dolar AS

1143
Pesona Indonesia
Galangan Kapal di Batam, Kepri saat dikunjungi Presiden Jokowi. Foto: Dokumen batampos
Galangan Kapal di Batam, Kepri saat dikunjungi Presiden Jokowi. Foto: Dokumen batampos

batampos.co.id – Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan (BP) Batam Purnomo Andiantono mengatakan, sepanjang triwulan pertama 2016, penanaman modal asing (PMA) di Batam, Kepri, mencapai 392 juta Dolar AS dengan realisasi 62 proyek.

Jumlah tersebut naik dibanding periode yang sama di 2015 lalu, yang hanya membukukan 47 proyek dengan nilai investasi 204 juta Dolar AS.

“Naiknya cukup signifikan sebesar 188 juta Dolar AS,” ujar Purnomo, Jumat (22/7).

Menurut Purnomo, naiknya PMA dimungkinkan mengingat Batam merupakan daerah ketiga terbesar kunjungan wisatawan asing setelah Bali dan Jakarta. Tercatat lebih dari 130 perusahaan galangan kapal beroperasi di Tanjung Uncang, Kabil, Sekupang dan Batuampar. Batam juga telah mengalahkan Surabaya sebagai kota yang sebelumnya mempunyai galangan kapal terbesar di Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, maka tidak heran tenaga kerja asing yang masuk, mendorong meningkatnya kebutuhan tempat tinggal berstandar internasional dan sesuai dengan tingkat ekonomi dan kualitas hidup ekspatriat.

Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan PT Agung Podomoro Land Tbk, dengan mengembangkan Orchard Park Batam. Apalagi kini diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Kami siap menerima dampak positif dari MEA ini. Apalagi pemerintah juga berkomitmen mengangkat potensi Batam agar semakin menarik untuk investasi maupun turisme. Orchard Park kami harapkan menjadi business center yang berkualitas, tempat investor maupun pelaku usaha bertemu,” ujar Asisten Vice President Strategic Marketing Residential PT Agung Podomoro Land Tbk Agung Wirajaya.

Menurut Agung, 50 persen konsumen mereka berasal dari luar Kepulauan Riau. Mereka membeli karena kedekatan jarak dengan Singapura dan nama besar Agung Podomoro Land yang merupakan jaminan mutu bangunan dan kenaikan investasi kawasan.(gir/jpnn/jpg)

Respon Anda?

komentar