Anambas Dapat Bantuan Guru dan Buku

1643
Pesona Indonesia
Ilustrasi guru sedang mengajar. Foto: istimewa/arrahmah.com
Ilustrasi guru sedang mengajar. Foto: istimewa/arrahmah.com

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas mendapatkan bantuan 40 guru berbagai mata pelajaran untuk SMP dan guru kelas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Guru Garis Depan (GGD) tahun 2016.

Serah terima guru sudah dilakukan dari Kemendikbud melalui Sekretaris Jenderal Kemendikbud yakni Didik Suhardi kepada daerah yang dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Anamabs Abdul Haris beberapa waktu lalu.

40 guru tersebut berasal dari calon guru yang memiliki sertifikat pendidik lulusan Pendidikan profesi guru Sarjana Mendidik di daerah Terluar Terdepan dan Tertinggal (3T), pendidikan profesi guru S1 pendidikan guru sekolah dasar berasrama atau guru terintegrasi.

“Untuk Sekolah Dasar (SD) berjumlah 34 orang, sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah 6 orang,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas Herianto Jumat (22/7) siang.

Kata Herianto, guru-guru tersebut akan ditempatkan kesejumlah sekolah dasar yang ada di Anambas masing-masing sekolah akan menerima 1 orang, begitu juga dengan SMP diberikan satu orang guru juga,” katanya lagi.

Meski mendapatkan bantuan guru tersebut tetapi dirasa jumlah tersebut masih kurang. Namun demikian Dinas Pendidikan masih memiliki harapan bantuan dari Sarjana Mendidik Daerah Terluar Terdepan dan Tertinggal (SM3T) yang hampir setiap tahun ada jatah untuk Anambas.

“Mungkin tahun ini kita dapat bantuan dari SM3T tapi tidak banyak karena penerimaan secara nasional tahun ini tidak banyak, bisa saja seharusnya dapat bantuan 60 tapi karena sudah ada 40 dari GGD, jadi tambah 20, tapi yang penting dapat bantuan,” ungkapnya.

Herianto menambahkan, selain mendapatkan bantuan GGD, Anambas juga sudah mendapatkan ribuan buku untuk bahan pendidikan keluarga tahun 2016. Buku tersebut akan dibagikan untuk seluruh siswa dan tidak dipungut biaya apapun, mulai dari tingkat sekolah PAUD, SD, SMP, SMA/SMK.

Hal itu dilakukan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada orang tua, tenaga pendidik dan masyarakat mengenai penyelenggaraan pendidikan keluarga di rumah dan satuan pendidikan untuk mendukung penumbuhan karekter dan budaya prestasi anak. “Berdasarkan laporan yang ada sekitar 1200 set buku yang akan diserahkan kepada orang tua nantinya,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar