Gara-Gara Cemburu, PSK Bukit Senyum Ditusuk Kekasihnya

859
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pekerja Seks Komersil (PSK) Bukit Senyum, Batu 79, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, DS, 28, ditemukan tergeletak dengan kondisi bersimbah darah akibat luka tusukan pada bagian tubuh di kamarnya, Jumat (22/7) sekitar pukul 4.00 WIB. Beruntung nyawa wanita malam itu bisa diselamatkan oleh rekannya yang cepat melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Tanjunguban.

Kejadian naas itu dipicu dari rasa cemburu sang kekasih, Bahar 25. Sang kekasih merasa dikhianati karena janda kembang yang dipacarinya itu enggan melayani segala keinginannya. Akibat dipengaruhi minuman alkohol (mikol), sang kekasih itupun kalap dengan sebilah pisau diluapkanlah kobaran api cemburu itu ke tubuh wanita malam tersebut.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Jaswir mejelaskan sebelum insiden berdarah ini terjadi pelaku sempat meneguk mikol di Lokalisasi Bukit Senyum. Usai menghabiskan beberapa botol mikol, dalam kondisi setengah sadar pelaku menyambangi kamar korban dengan membawa sebilah pisau.

“Korban tak mau buka pintu kamarnya. Setelah berhasil dobrak pintu, pelaku langsung menghujamkan pisau ke lengan, punggung dan pinggang korban. Sehabis itu pelaku langsung kabur,” ungkapnya.

Dalam kondisi bersimbah darah akibat luka tiga tusukan itu, lanjutnya, korban berteriak meminta tolong. Rekan korban yang berada di samping kamar langsung belari menuju kamar korban. Saat itu juga korban dilarikan ke RSUD Tanjunguban untuk mendapatkan penanganan medis.

Usai mengantarkan korban ke RSUD. Rekannya langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bintan Utara. Saat itu juga ia mengerahkan tim Buru Sergap (Buser) untuk mencari pelaku. Berselang tiga jam pelaku berhasil ditangkap ketika hendak kabur ke Batam dengan speed boat di Pelabuhan Bulang Linggi.

“Pelakunya dijerat Pasal 351 KHUP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkapnya.

Dihadapan penyidik, Bahar mengaku nekat melakukan penganiayaan karena korban engan melayani keinginannya lagi. Bahkan ketika diajak bersetubuh korban menolak dengan melontarkan perkataan kasar.

“Dia (korban-red) sudah berubah. Ketika saya ajak begituan dia menolak dan kasar. Ini membuat saya kesal dan nekat menusuk korban,” akunya.

Di tempat terpisah, Kabag Humas RSUD Tanjunguban, Isra mengaku korban sedang mendapatkan perawatan intensif oleh pihak medis. Kondisinya masih urgen, sebab luka yang dialami sangat serius.

“Bagian tubuh korban banyak luka tusukan. Bahkan lukanya cukup besar. Kami akan tangani pengobatannya secara maksimal,” ujarnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar